HETANEWS

AS Sebut Resolusi PBB Tak Bisa Selesaikan Konflik Israel dan Palestina

AS, hetanews.com - Utusan khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah Jason Greenblatt memandang, konflik Israel-Palestina hanya bisa diselesaikan dengan pembicaraan langsung kedua pihak, tak bisa melalui kesepakatan internasional.

Dia memandang hukum internasional dan resolusi PBB tak akan memberikan solusi untuk menyudahi konflik yang sudah berlangsung puluhan tahun itu.

Pernyataan ini disampaikan Greenblat di sidang Dewan Keamanan (DK) PBB di New York sehingga memicu perdebatan sengit dengan anggota lainnya.

"Konflik ini tidak akan berakhir atas dasar 'konsensus internasional' tentang siapa yang benar dan siapa yang salah, tentang siapa yang harus menyerahkan X dan siapa yang harus menyerahkan Y," kata Greenblatt, dikutip dari AFP, Rabu (24/7/2019).

"Perdamaian komprehensif dan langgeng tidak akan tercipta oleh hukum internasional atau resolusi yang tidak jelas dan banyak diatur," katanya, menambahkan.

Greenblatt juga mengatakan Trump berharap segera mengambil keputusan kapan akan merilis rencana kesepakatan damai Israel-Palestina di bawah 'Kesepakatan Abad Ini'.

"Visi perdamaian yang kami rencanakan untuk dirilis tidak akan ambigu, tidak seperti banyak resolusi yang telah disahkan di majelis ini," katanya, menyindir sidang DK PBB.

Sementara itu beberapa anggota DK menekankan pentingnya resolusi untuk mencari solusi.

Dubes Inggris untuk PBB Karen Pierce mengatakan, semua negara memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan resolusi PBB.

Dubes Jerman Christoph Heusgen menegaskan, solusi dua negara yang dinegosiasikan berdasarkan parameter yang disepakati internasional merupakan satu-satunya solusi yang layak untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Greenblatt dan penasihat Presiden Donald Trump Jared Kushner akan kembali ke Timur Tengah akhir bulan ini untuk mengampanyekan rencana ekonomi dan politik perdamaian Israel-Palestina yakni 'Kesepakatan Abad Ini'.

Pada bulan lalu, Kushner mengadakan konferensi ekonomi di Bahrain yang menjanjikan investasi 50 miliar dolar AS di bawah kesepakatan damai.

Namun rencana itu ditolak mentah-mentah Palestina. Pemerintah Otoritas Palestina memboikot konferensi bertajuk 'Perdamaian untuk Kemakmuran' itu dan menuduh Trump menggunakan pendekatan ekonomi untuk memaksakan solusi politik dan mengabaikan masalah mendasar dari konflik Timur Tengah yakni pendudukan Israel atas Palestina.

sumber: inews.id

Editor: sella.