HETANEWS

Rektor IPB Minta Polisi Segera Tangkap Pembunuh Amelia Ulfah Supandi

Foto Amelia Ulfah Supandi yang dipajang di rumahnya. Keluarga berharap polisi bisa segera mengungkap kasus kematian Amelia.

Kematian tragis yang menimpa alumnus D-3 Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan Teknologi Industri Benih, Amelia Ulfah Supandi (22) mengundang keprihatinan sejumlah pihak.

Tak terkecuali bagi Rektor IPB Arif Satria. Dia meminta polisi segera menangkap pelaku yang secara keji menganiaya dan membunuh dan membuang jasad korban di pinggir sawah di Kampung Bungbulang Selaeurih, Cibeureum, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (22/7/2019).

"Tentu kita berharap agar pelaku bisa segera ditemukan, pelaku yang memiliki niat jahat menurut saya harus segera diungkap," ujar Satria ditemui di salah satu kegiatan IPB di Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/7/2019).

Satria mengaku baru mendapatkan informasi terkait pembunuhan tersebut pada Selasa pagi. Menurut dia, informasi awal yang diterimanya yaitu ada peristiwa pembunuhan terhadap mahasiswa IPB yang sedang melakukan KKN di Sukabumi.

“Awal informasinya tadi pagi, mahasiswa IPB yang sedang KKN ada yang dibunuh, kaget juga saya. Ternyata setelah dicek lagi informasinya, ternyata alumnnus sekolah kejuruan IPB yang baru mau mendaftar S-1 IPB," kata dia.

Baca juga: Cerita Warga Tutupi Jasad Amelia Pakai Daun Pisang

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya salah satu alumnus kita, alumni dari Sekolah Kejuruan IPB, yang ingin melanjutkan S-1 IPB," tuturnya.

Sementara itu, pemakaman jenazah Amelia Ulfah Supandi (22),  di pemakaman umum Kelurahan Sayang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar), diiringi isak tangis keluarga. 

Ayah berharap agar pelaku segera menyerahkan diri kepada polisi. Mereka juga menyerahkan penanganan kasus penyelidikan kematian korban dikenal sebagai anak yang baik dan berprestasi itu kepada polisi.

Harapan kami, pertama, orang yang melakukan tindak perbuatan ini kepada anak kamim mohon segera sadar dan menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib,” kata ayah Amelia, Endang Supandi saat ditemui di rumahnya, Selasa (23/7/2019).

Paman Amelia Ulfa, Gunalan mengatakan, sebelum hilang kontak pada Minggu malam (21/7/2019), Ulfa dikabarkan hendak pulang dari rumahnya di Cianjur, Jawa Barat, menuju Bogor setelah mendaftar untuk melanjutkan kuliah S1 di IPB.

Selanjutnya, pada Senin, (22/7/2019) pagi sekitar pukul 06.30 WIB warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum digegerkan dengan penemuan mayat wanita yang nyaris tanpa pakaian di pinggir sawah di Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum.

sumber: inews.id

Editor: sella.