HETANEWS

Vonis Hakim Lebih Tinggi, 2 Pengisap Ganja Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Kedua terdakwa dikawal petugas Kejari Siantar saat keluar dari ruang sidang PN Siantar. (foto/ms)

Siantar, hetanews.com-Hakim memvonis Ivan Torang Pandapotan (23) dan Oktaviandy Purba (32),  masing-masing 1 tahun 6 bulan penjara.

Vonis tersebut dibacakan dalam persidangan, yang dipimpin oleh Fitrah Dewi Nasution SH, didampingi dua hakim anggota, Fyttha Imelda Sipayung SH dan Muhammad Nuzuli, di PN Siantar, Selasa (23/7/2019).

Ini sudah menjadi keputusan dari Majelis Hakim, kata Fitrah. Diketahui sebelumnya, Jaksa, Samuel Sinaga SH, menuntut kedua terdakwa, 1 tahun penjara.

Keduanya, terbukti bersalah, melanggar pasal 127 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam dakwaan, keduanya diringkus Polisi , di Jalan Mangga, Kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, pada Sabtu (9/2/2019) lalu.

Oktaviandy, warga Jalan Melanthon Siregar, Gang Cisadane, Kelurahan Marihat, Kecamatan Siantar Marimbun ini, bertemu dengan Bang Deby (DPO), di Jalan Mangga Gang Sumur.

Tak lama, Ivan, warga Jalan Kangkung No. 2, Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Timur ini, datang. Ivan dan Deby, melakukan transaksi ganja.

Deby memberikan 2 paket ganja yang beratnya 1,40 gram kepada Ivan, lalu Deby meninggalkan mereka. Kemudian Ivan membuka 1 paket ganja, dan ditawarkan kepada Oktaviandy.

Ivan campur ganja dengan rokok Ardath, sedangkan Oktaviandy dengan rokok Sampoerna. Sisa ganja, Ivan gulung, dan dimasukkannya ke dalam plastik dan disimpan ke dalam kantong celana kirinya.

Barang bukti yang disita dari kedua terdakwa, yakni, 1 buah rokok Ardath bekas bakar yang sudah dicampur ganja, 1 buah rokok Sampoerna bekas bakar yang sudah dicampur ganja, 1 buah plastik berisi 2 paket ganja dan 3  lembar kertas tik-tak.

Atas putusan tersebut, Majelis Hakim memberikan waktu pikir-pikir, kepada kedua terdakwa satu minggu kedepan, yang saat itu didampingi penasehat hukumnya, Erwin Purba SH.

Penulis: ms. Editor: gun.