HETANEWS

Kajari Siantar Respon Penyataan Reinhard Soal Diskriminasi Tersangka Korupsi: "Suruh Dia Belajar lagi..."

Kolase foto Kajari Ferziansyah dan Reinhard Sinaga. (Foto/BT)

Siantar, hetanews.com - Praktisi hukum Reinhard Sinaga meminta agar penyidik Kejari Siantar untuk tidak membuat diskriminasi terkait penahanan pejabat tersangka korupsi. Merespon hal itu, Kajari Ferziansyah Sesunan meminta agar Reinhard kembali belajar soal KUHAP.

Tanggapan Ferziansyah disampaikannya dalam konferensi pers di gedung kejaksaan, Jalan Sutomo, Senin (22/7/2019). Semula Ferziansyah menjelaskan alasan tidak dilakukannya penahanan terhadap dua pejabat Dinas Kominfo Siantar, PS dan ATS yang ditetapkan tersangka korupsi proyek smart city.

"Buku KUHAP itu murah kok, boleh dibaca- baca. Jadi penahanan itu dapat dilakukan penahanan dengan syarat kumulatif dan objektif," katanya.

"Kalo (soal penahanan tersangka) Kominfo itu masalah teknis aja. Jadi masalahnya begini. Saya kasih tau aja, gak usah ditulis nanti kesulitan. Itu kan (kerugian negara) masih tahap penghitungan, nanti kalau hitungnya lama (tersangkanya) kita tahan, tahan itukan ada waktunya, cuma 40 hari pertama, 20 hari bahkan pertamanya. Kalau 20 belum terselesaikan apa gak kita diprapidkan?," katanya.

"Jadi ada media juga yang nulis katanya (tidak ditahan) ada diskriminasi. Kalo OTT kan jelas pak, ada duitnya ada saksinya, seminggu jalan. Gak masalah dengan penahanan," ujarnya.

Kemudian Ferziansyah merespon pernyataan Reinhard soal penyidik kejaksaan untuk tidak menciptakan diskriminasi dalam hukum, yang disampaikannya kepada hetanews, kemarin.

"Tapi itu lah jawabannya karena saya membaca juga kemarin di internet itu (tidak ditahan) ada diskriminasi katanya. Lah itu yang ngomong profesor atau siapa itu yang anu pakar hukum. Itu saya meragukan malah dia pakar hukum kok pernyataannya gitu. Jadi apa betul dia, anu sekolahnya belajar nggak atau dia gak masuk tempo hari waktu belajar. Dia bolos, jadi apa yang diterangkan dosennya gak dengar dia, tidur dia dibelakang," katanya.

"Saya ngasih tau ini sekarang apa yang kurang. iya benerlah suruh dia baca lagi bilang, Pak Kajari yang bilang," tambahnya.

Reinhard Sinaga, praktisi hukum muda menyampaikan, dua pejabat Kominfo Siantar, PS dan ATS sudah layak untuk ditahan lantaran berstatus tersangka kasus korupsi. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Simalungun (USI), pun meminta penyidik kejaksaan tidak menciptakan diskriminasi dalam hukum.

"Semua manusia sama di mata hukum jangan ada diskriminasi hukum pada seseorang tersangka. Apapun statusnya, mau pejabat sekalipun. Sebagai penegak hukum (kejaksaan) jangan merusak tatanan hukum yang berlaku," katanya.

Baca juga: Pejabat Diskominfo Tak Ditahan Kejari, Pengacara: Semua Sama di Mata Hukum

Penulis: bt. Editor: bt.
Komentar 1