HETANEWS

Diskusi dalam Perayaan HUT PRD di Kota Pematangsiantar

Diskusi HUT PRD Ke-23 yang digelar di kedai kopi parade Jalan Kartini, Kota Pematangsiantar.

Siantar, hetanews.com - Memperingati HUT Partai Rakyat Demokratik (PRD) ke-23 yang jatuh tepat hari ini, Senin (23/7/2019), keluarga besar rakyat demokratik di Kota Pematangsiantar- Kabupaten Simalungun menggelar diskusi. 

Diskusi terbuka ini digelar di kedai kopi Parade Jalan Kartini, Kota Pematangsiantar, Senin sore. Dihadiri para Mahasiswa, mantan aktivis PRD serta simpatisan yang pernah terlibat aktif program PRD di Kota Pematangsiantar.

Diskusi ini mengambil tema secara nasional yaitu Jalan Kita Kedepan: Bangun Persatuan Nasional, Wujudkan Kesejahteraan Sosial, Menangkan Pancasila.

"Tema ini menjadi rumusan PRD melihat kondisi Indonesia yang saat ini sangat memprihatikan secara ekonomi. Artinya ini menjadi pembelajaran bagi bangsa ini dan catatan penting bagi PRD," kata Parluhutan Banjarnahor.

Mantan pengurus PRD Kota Pematangsiantar ini menambahkan, perjalanan panjang PRD hingga memperingati HUT ke-23 tepat hari ini, masih banyak anggota PRD yang belum diketahui keberadaanya.

"Perjalanan PRD adalah perjalan yang berdarah-darah. Sampai hari ini masih ada anggota PRD yang belum diketahui keberadaanya. Sampai sekarang mereka tak pulang, mayatnya pun tak nampak, kalau gambarannya mereka diculik," kata dia.

Pria yang kini menjadi pengacara di Firma Hukum Parade 7 & Co ini menyinggung kisah perjalanan PRD di era Orde Baru tersebut. Akhirnya di HUT PRD ke-23 ini, PRD merefleksikan perjalan panjang itu.

"Jadi refleksi kita di hari ulang tahun PRD ini adalah, untuk memajukan kesejahteraan rakyat. Jalan satu satunya adalah persatuan nasional, itu yang paling penting," jelasnya.

Ia berharap, mantan aktivis maupun simpatisan PRD yang tergabung dalam keluarga besar rakyat demokratik di Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun ini, kedepan mampu membangun persatuan dalam skala lokal. 

"Artinya kita gak usah muluk-muluk. Tapi, apa yang bisa kita berikan untuk kota kita. Apa intervensi politik atau apa yang kita lakukan untuk membangun persatuan," cecarnya.

Menurut Banjarnahor, persatuan lokal yang akan dibentuk dari keluarga besar rakyat demokratik di Siantar-Simalungun. Saat ini diantara mereka telah menjalani berbagai macam profesi seperti pengacara, pengusaha, seniman dan jurnalis.

"Kalau selama ini kita terpisah pisah. Dari beragam profesi. Harapannya profesi yang beragam ini yang bisa menguatkan kita. 

Di Siantar-Simalungun ini masih banyak simpatisan PRD. Basis basis kita dulu masih banyak yang bisa kita kunjungi, artinya apapun bisa kita buat untuk daerah kita ini," jelasnya.

Dalam diskusi ini ada testimoni dari mantan aktivis PRD, Imran Simanjuntak, kemudian simpatisan PRD di Kota Siantar, Binaris Situmorang, Karell Silalahi dan moderator diskusi Jakpar Ahmad yang merupakan mantan aktivis PRD di era 90' an.

Penulis: gee. Editor: edo.