HETANEWS

Aktivitas Gunung Tangkuban Parahu Meningkat, Wisatawan Diminta Waspada

Salah satu kawah yang ada di Tangkuban Parahu. (foto/Yudha Maulana)

Bandung, hetanews.com - Aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu kembali meningkat. Hal itu terpantau sangat jelas secara visual dari pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi(PVMBG) pada Senin (22/7/2019). 

Asap kawah utama bertekanan lemah hingga sedang dan teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal. Dari hasil rekaman seismograf PVMBG pada 21 Juli 2019 terpantau terjadi 425 kali gempa hembusan.

Untuk sementara ini, pihaknya merekomendasikan agar warga atau pengunjung wisata Tangkuban Parahu tak mendekati Kawah Ratu dan Kawah Upas karena adanya gas-gas vulkanik yang berbahaya bagi manusia.

Sementara itu terjadi 2 kali gempa tremor harmonik, 3 kali gempa low frequency, 3 kali gempa vulkanik dalam dan 3 kali gempa tektonik jauh.

"Evaluasi aktivitas Gunung Tangkuban dalam beberapa hari ke depan akan selesai, saat ini data masih terus dikumpulkan dan dianalisis," ujar Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi Dr Hendra Gunawan saat dihubungi, Senin (22/7/2019).

Hendra mengatakan, dua minggu lalu gempa hembusan lebih sering terjadi. Kendati demikian, kejadian ini pernah terjadi pada 2017 dan 2018 lalu. 

"Kita belum tahu apakah surutnya muka air tanah karena musim kering berpengaruh dan lain-lain, beberapa tahun ke belakang gempa hembusan untuk periode bulan tertentu pernah seperti ini juga," katanya.

"Intinya bergantung kapan ada perubahan muka air tanah, yang naik turunnya muka air tanah bergantung musim, tapi ini semua baru dugaan, karena evaluasi dan analisis kami belum final," katanya.

"Tidak diperbolehkan juga menginap atau berkemah di kawasan kawah aktif, dan sebaiknya pengelola dan wisatawan mewaspadai terjadinya letusan fratik yang tiba-tiba tanpa didahului gejala vulkanik yang jelas," ujarnya. 

sumber: detik.com

Editor: sella.