HETANEWS

Wagub Pakualam X Melayat ke Rumah Duka, Sultan HB X dan Permaisuri Tak Terlihat

Suasana saat pengantaran jenazah saat akan dibawa untuk dimakamkan di Kompleks Makam Raja-Raja di Kotagede, Yogyakarta.

Jakarta, hetanews.com - Sejumlah pelayat berdatangan dan memenuhi rumah duka almarhum GBPH Cakraningrat di Ndalem Prabukusuman, Yogyakarta, DIY, Senin (22/7/2019). Kedatangan mereka untuk memberi penghormatan terakhir kepada almarhum sekaligus mendoakannya.

Antara pelayat yang hadir tampak Wakil Gubernur (Wagub) DIY, yang juga Adipati Puro Pakualaman KGPAA Pakualam X dan sejumlah Pangeran. Sementara Sultan Hamengkubuwono X maupun permaisuri tidak terlihat di rumah duka.

"Almarhum semasa hidup orang yang saklek, semua sesuai aturan berlaku," ujar GBPH Yudhaningrat, adik tiri Sri Sultan HB X, di sela-sela melayat.

Almarhum, pernah menentang Sabda Raja Sultan HB X yang dikeluarkan 2015 silam. Sabda raja itu ditentang sebagian besar Pangeran keturunan HB IX karena membuka peluang raja perempuan bertahta.

Sejak dua tahun silam, almarhum memilih mengundurkan diri Penghageng Danarto Pura Keraton Yogya. Belakangan beliau sakit-sakitan dan beberapa kali menjalani rawat inap hingga akhirnya tutup usia.

"Beliau sempat dirawat di Singapura hingga pindah perawatan di Jakarta," katanya.

Baca juga: Keluarga Keraton Yogya Berduka, Putra Sultan HB IX Wafat

Cucu Sultan Hamengku Buwono VIII, Kanjeng Raden Tumenggung Jatiningrat alias Romo Tirun mengenang Cakraningrat merupakan sosok yang low profile. Namun terkadang mudah meledak jika melihat sesuatu yang menurutnya berjalan tidak benar.

"Beliau selalu mengingatkan dana keistimewaan itu uang rakyat. Harus digunakan untuk kesejahteraan rakyat," ucapnya.

Terkait tidak hadirnya Sultan HB X dengan wafatnya Cakraningrat, Tirun mengaku tidak tahu sebabnya. Namun dia memastikan, jika Raja Keraton bertahta tidak ada pantangan untuk pergi melayat.

"Tapi ada makam yang dilarang untuk didatangi, Makam Imogiri dan Kotagede. juga melewati Plengkung Gading," tuturnya.

Diketahui, almarhum GBPH Cakraningrat semasa hidup bersama sejumlah Rayi Dalem Keraton Yogyakarta berbeda pendapat dengan Sri Sultan HB X terkait suksesi di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Cakraningrat juga menolak wacana mengenai GKR Mangkubumi yang dipersiapkan menjadi putri mahkota.

Almarhum GBPH Cakraningrat merupakan anak kedua dari istri keempat Sri Sultan HB IX dengan Kanjeng Raden Ayu Ciptomurti. Dia wafat pada usia 59 tahun di Rumah Sakit Abdi Waluyo Menteng, Jakarta Pusat Minggu (21/7/2019) akibat komplikasi. Jenazahnya akan dimakamkan di Kompleks Makam Raja-Raja di Kotagede, Yogyakarta.

sumber: inews.id

Editor: sella.