HETANEWS

Di Kabupaten Simalungun, Oknum OKP Berseragam Lengkap 'Intimidasi' Ketua Poktan Makmur

Capture video dugaan intimidasi dan pengancaman terhadap Ketua Kelompok Tani Makmur Jaya, di Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Minggu (21/7/2019).

Simalungun, hetanews.com - Keributan terjadi dan melibatkan sejumlah oknum Organisasi Kepemudaan (OKP), Minggu (21/7/2019) kemarin.

Informasi yang dihimpun, kericuhan tersebut akibat persoalan tanah dengan luas 1,2 hektare yang mana saat ini, tanah tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan alat berat Waskita untuk pembangunan jalan tol Tebinggtinggi - Parapat.

Keributan itu pun terekam dan berdurasi 39 detik. Tampak para pemuda yang membawa OKP tersebut, diduga melakukan intimidasi terhadap ketua Kelompok Tani (Poktan) Makmur Jaya, Irma Sihombing.

Terdengar didalam video, seorang pemuda, melontarkan ucapan kotor, ditambah nada ancaman terhadap Irma Sihombing.

"Sepatu ini bisa ke muka kau. Kon**l sama kau," sebut seorang yang menggunakan seragam OKP.

Dijelaskan Ketua Poktan Makmur Jaya, Irma Sihombing, keributan itu berawal saat sekelompok pemuda mendatanginya, lalu menuduh telah melalukan perusakan kebun.

Irma yang merupakan pengelola tanah milik aset Pemkab Simalungun tersebut, membantah saat dituding melakukan pengerusakan kebun.

"Tanah seluas 1,2 hektare itu sudah disewakan Pemkab Simalungun kepada Waskita untuk membantu percepatan pembangunan yang digagas pemerintah pusat. Waskita juga memberikan kontribusi ke pemerintah untuk penggunaan lahan," ujarnya.

"Tanah itu kan memang disewakan ke Waskita untuk menyimpan alat berat untuk pembanguanan tol Tebingtinggi-Parapat. Mereka (OKP) marah-marah, dibilang merusak lahan. Padahal, itu memang disewakan dengan resmi," katanya lagi saat dibubungi.

Dikatakannya lagi, sikap arogan OKP ini, membuatnya trauma dan ketakutan. Dan berniat segera melaporkan kejadian itu ke polisi.

"Kejadian ini akan saya laporkan dengan perkara intimidasi dan pengancaman. Saya gak bersalah, kenapa saya ditakut-takuti. Saya laporkan perbuatan mereka ini ke polisi. Saya tidak terima ini. Saya bawa ke jalur hukum,"ujarnya.

Selain itu juga, diungkapkan Irma lagi, selama ini lahan yang ditanami ubi kayu ini mulai dikelola resmi. Selama ini, memang tanah seluas 200 hektare itu tidak dikelola dengan resmi alias ilegal, ujarnya. 

"Pemerintah memberikan kepada saya untuk mengelola tanah ini. Jadi, saya membantu pemerintah untuk mendapatkan PAD dari aset tanah ini. Kita kan resmi. Bukan ilegal,"ujarnya seraya mengatakan akan membuat laporan ke Polda.

Kanit Reskrim Polsek Serbelawan, Ipda Fritsel mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari anggota tentang kejadian tersebut. Ia mendapatkan informasi, bahwa pihak OKP marah, karena tanah seluas 1,2 hektare yang sekarang dipakai pemerintah untuk lokasi alat berat pembangunan jalan tol dipakai.

"Aku dapat informasi dari anggota, bahwa ubi yang katanya milik OKP dicabut tanpa koordinasi,"katanya.

Saat disinggung, itu milik Pemkab bukan OKP, Ipda Fritsel mengaku, pihaknya masih mendalami lagi kejadian ini. Ia mengharapkan korban membuat laporan resmi ke Polsek Serbelawan.

"Silahkan buat laporan, nanti kita layani," pungkasnya.

Saat ini, Irma yang dihubungi, mengaku telah membuat laporan di Asrama Polisi, di Unit Reskrim Polres Simalungun.

Penulis: hza. Editor: gun.
Komentar 1
  • Edi Damanik
    Itu tanah ex. HgU Goodyear, tanah rampasan kolonial Belanda, tanah milik Tuan Pamatang Bandar, yg tewas diracun bangsa sendiri, diperebutkan oleh banyak orang, ada beberapa hektar disewa oleh pengusaha ubi kayu racun, disewa melalui pemda simalungu