HETANEWS

Bu Dokter yang Gagal Jadi PNS karena Disabilitas Ternyata Ranking 1

Sumbar, hetanews.com -  Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) mencoret nama drg Romi Syofpa Ismael sehingga gagal menjadi PNS. Bupati beralasan drg Romi tidak sehat karena disabilitas.

Sebelum ikut tes CPNS, drg Romi mengabdi sebagai dokter honorer di Puskesmas Talunan. Setelah itu, ia diangkat menjadi pekerja tidak tetap. Pada 2016,drg Romi Syofpa Ismael mengalami paraplegia usai melahirkan, yang memaksa harus menggunakan alat bantu kursi roda untuk aktivitas sehari-hari. 

Namun drg Romi tetap mengabdi di Puskesmas dan tidak ada masalah dalam penanganan pasien gigi di puskesmas. Hingga muncul seleksi CPNS 2018 dan ia ikut seleksi. 

"Dia menduduki peringkat terbaik ranking 1 untuk tes kompentensi," kata Direktur LBH Padang, Wendra Rona Putra yang menjadi kuasa drg Romi, Senin (22/7/2019).

Setelah lolos tes kompetensi, drg Romi mengikuti tes kesehatan. Terjadilah perdebatan apakah drg Romi lolos kesehatan atau tidak sebagai dokter gigi. 

drg Romi lalu mengikuti tes di RSUD Solok dan dinyatakan sehat. Untuk memperkuat argumen itu, dilakukan tes lagi di dokter ahli okupasi di Padang dan di Pekanbaru. Hasilnya menyatakan drg Romi tidak ada masalah kesehatan untuk melakukan aktivitasnya sebagai dokter gigi.

"Tiba-tiba bupati menganulir secara sepihak tanpa alasan yang jelas. Ini bentuk diskriminasi. Seolah-olah Kabupaten tidak mengakomidir posisi ini (karena disabilitas-red)," pungkas Wendra.

sumber: detik.com

Editor: sella.
Komentar 1
  • Denny Arianto
    Proses "stigmatisasi" sosial yang umumnya mengandalkan pandangan klise, dari satu sisi,cenderung mendiskreditkan atau memperlakukan seseorang dengan sistem peng-kotak-an yang dianggap tidak adil. Stigmatisasi ini terkait pandangan statis yang terkait dengan pelestarian status quo golongan sosial tertentu. Dinantikan kebudayaan reformatif dalam menghadapi pandangan stereotip ini.