HETANEWS

Warga Geram, Saat Pria ini Sebut Walikota yang Mampu cabut IMB Tower

Branch Manager PT.STP area Sumut, Fauzi memberikan saat memberikan penjelasan kepada warga, Sabtu 20 Juli 2019.

Siantar, hetanews.com - Seorang pria perwakilan dari PT. Solusi Tunas Pratama (STP) menyebut Walikota Pematangsiantar saat berdialog dengan sejumlah warga, yang menuntut agar tower milik PT tersebut dipindahkan dari pemukiman penduduk.

Tower Base Transceiver Stasion (BTS) itu milik PT. Solusi Tunas Pratama (STP). Dibangun tahun 2006 diatas lahan pemukiman yang berdampingan dengan rumah penduduk di Jalan Bah Biak, Kelurahan Sigulang gulang, Kecamatan Siantar Utara. 

Warga pun mulai resah dengan keberadaan tower yang berdiri selama 13 tahun itu. Hingga mereka menyatakan status quo dengan 'menyegel' bangunan tower berisikan kalimat penolakan.

Upaya mediasi antara warga dan pihak PT. STP dilakukan pada Sabtu (20/7/2019) pagi, dilokasi yang tak jauh dari bangunan tower BTS tersebut. Warga yang hadir dipertemuan itu merupakan warga lorong IV, V, VI dan warga terdampak akibat berdirinya tower.

Saat dialog yang dihadiri pihak kecamatan itu, warga telah menyatakan agar izin tower tersebut ditinjau ulang dan meminta supaya tower dipindahkan ke tempat yang layak. Namun dialog dua arah antara warga dengan pihak PT. STP ini pun terputus.

Disebabkan seorang pria bernama Fauzi yang mewakili pihak PT.STP mengisyaratkan pihaknya tak bakal pindah kecuali walikota Pematangsiantar mencabut IMB.

Ia juga mengklaim bahwa pihaknya pada prinsipnya taat azas dan taat hukum dalam berinvestasi di Kota Pematangsiantar.

"STP pada prinsipnya taat asas, taat hukum. Kami gak mungkin berinvestisai di siantar ini dengan kondisi membuat masyarakat tidak nyaman. Kalau ada riak riak pihak STP akan menyelesaikan masalah itu,".

Ia kembali mempertegas, permintaan yang disampaikan salah seorang perwakilan warga agar tower BTS itu dipindahkan karena sudah belasan tahun berdiri diantara pemukiman warga.

"Kalau pun tidak ada kesepakatan, sekali lagi STP tetap taat asas. proses hukum tetap jalan, seperti yang bapak sampaikan, tergantung pihak STP atau pemilik tanah yang membongkar kan gitukan pak, balik lagi STP taat asas," pungkasnya.

Disampaikannya, jika pertemuan ini tidak menemui solusi yang saling menguntungkan kedua belah pihak, maka tidak adalasan pemindahan tower. 

"Kalau seandainya kami diperintahkan pak walikota untuk membongkar, kami bongkar. kenapa? kami mungkin melanggar aturan yang ada. Tapi kami punya hak atas izin disini. 

Izin IMB kami belum dicabut. Kalau seandainya pak Walikota besok atau hari senin, minggu depan mengeluarkan sk agar izin IMB nya dicabut," ucapnya. 

Warga meninggal lokasi pertemuan dengan pihak PT. STP, Sabtu 20 Juli 2019.

Belum selesai bicara, ucapan pria berjanggut ini langsung diinterupsi salah seorang warga bernama Albiner Manurung. Pernyataan Fauzi membawa nama Walikota pematangsiantar membuat dirinya geram.

"Izin pak ya, ini kita mau apa, mau debatable atau apa? yaudah kita bubar,"tegas Albiner diikuti sahutan warga yang satu persatu mulai beranjak dari tempat duduk mereka.

"Bubar saja bubar, pulang kita. kok jadi bawa bawa nama Walikota kawan ini ngomong. siapa kali dia," ketus warga dengan nada kesal seraya meninggal lokasi pertemuan. Akhirnya rapat antara warga dan pihak PT. STP ini pun bubar, tanpa ada kesimpulan.

Ditemui sesudah acara tersebut, Fauzi yang menjabat sebagai branch manager area Sumut ini tidak berkomentar ketika ditanya berapa lama masa IMB tower BTS tersebut.

"Nanti saja ya, saya sedang bicara. Nanti ya," kata Pria berperawakan tinggi besar ini seraya menggelengkan kepalanya.

Baca juga: Albiner: Kami Tinggal Berdampingan dengan Tower Selama 13 Tahun

Penulis: gee. Editor: edo.