HETANEWS

Edy Rahmayadi: Ada Oknum Tentara yang Coba Menakuti Saya

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, dan Kajati Sumut Fachruddin, saat acara peringatan HUT ke-73 Bhayangkara di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (10/7/2019). Tribun Medan

Medan, hetanews.com - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan, ada oknum-oknum yang mencoba untuk menakutinya setelah dirinya pensiun sebagai tentara.

Pengakuan ini disampaikannya saat menghadiri Konferensi Daerah (Konferda) PDI Perjuangan ke lima, di Hotel Santika Dyandra, Jalan Kapten Maulana Lubis, Kota Medan, Sabtu (20/7/2019).

Tidak jelas siapa dan apa maksud Edy Rahmayadi  dengan "ditakut-takuti". Mantan Pangkostrad ini hanya  menceritakan bahwa ada tentara yang mencoba-coba untuk menakutinya saat menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara.

"Tentara-tentara sekarang ini sok-sokan sama saya ini. Dia lupa saya mantan tentara. Sekarang saya tidak tentara, ditakut-takuti, sudah habis takut saya," ujarnya disambut tawa para tamu undangan.

Ia menceritakan, betapa sulitnya untuk pensiun dari Tentara Negara Indonesia (TNI). Bahkan, Presiden Joko Widodo sempat memberikan nasihat kepadanya untuk bersabar, agar tidak terlalu cepat pensiun dari TNI.

"Bapak-bapak bisa silakan tanya, saya minta pensiun untuk jadi gubernur prosesnya sulit sekali.

Pak Jokowi bilang jangan Edy (pensiun), coba pikirkan nanti," jelasnya.

Ia mengatakan, keputusannya untuk pensiun dari TNI sudah matang. Tekadnya sudah kuat untuk pensiun dan kembali ke Sumut untuk mengabdi kepada masyarakat. Dengan tujuan membangun Sumatera Utara lebih bermartabat ke depannya.

Edy mengaku prihatin dengan Sumut saat ini yang menurutnya sudah sangat tertinggal dari provinsi lain.

sumber: tribunnews.com

Editor: gun.