HETANEWS

Kasus Pemerkosaan Remaja di Lamsel Jalan di Tempat, 2 Pelaku Bebas Berkeliaran

Korban dugaan pemerkosaan saat didatangi LBH Sai Hati di Lampung Selatan.

Lampung, hetanews.com - Kasus dugaan pemerkosaan yang dialami remaja putri di Kecamatan Natar, Lampung Selatan (Lamsel), jalan di tempat. Kendati sudah dilaporkan sejak tiga bulan silam, namun terduga pelaku masih bebas berkeliaran.

Perwakilan Lembaga Bantuan Hukum Sai Hati pun tergerak dengan mendatangi rumah korban. Remaja perempuan berusia 15 tahun yang kini sudah putus sekolah tersebut mengaku masih trauma atas kejadian yang telah dialaminya.

Pihak keluarga sudah melapor ke Polsek Natar pada April 2019, namun belum mendapat perkembangan atas hasil penyelidikan. Mereka berharap, kedua pelaku mendapat hukuman yang pantas atas perbuatannya.

“Terduga pelaku ini kakak beradik yang sudah dianggap korban sebagai keluarga. Mirisnya, sesuai keterangan keluarga korban, pelaku ini masih kerap lewat rumah mereka dan menantang untuk dilaporkan ke polisi,” ujar Perwakilan LBH Sai Hati Akhmad Hendra, Jumat (19/7/2019).

Baca juga: Pemerkosaan di Lampung Selatan, Pelaku Sudah Dianggap Saudara

Sementara itu, Kapolsek Natar AKP Hendy Prabowo mengatakan, kasus dugaan pemerkosaan tersebut masih dalam penyelidikan. Polisi juga telah mengamankan pakaian korban dan hasil visum, serta memeriksa sejumlah saksi.

“Hambatan kami, masih akan mendalami keterangan saksi, mengaitkannya, setidaknya ada yang menyaksikan mereka berhubungan badan dengan korban,” ujar Hendy.

Berdasarkan penyelidikan sementara dan pemeriksaan saksi tersebut, polisi beralasan tidak ada saksi yang melihat kejadian dugaan pemerkosaan tersebut.

“Pemeriksaan kami belum dapat mengarah ke pasal yang dipersangkakan ke kedua pelaku,” katanya.

Diketahui, korban membuat laporan polisi telah diperkosa kakak beradik berinisial AG dan ED. Kejadian pertama bermula saat korban sedang tertidur sendirian di ruang tengah rumahnya. Ketika itu terduga pelaku ED masuk melalui pintu belakang dan langsung menindihnya.

Dia bahkan mengancam korban untuk tidak menceritakan ke orang lain kejadian tersebut. Belum hilang rasa trauma yang dialaminya, korban kembali mendapat perlakuan serupa, kali ini dari kakak terduga pelaku pertama yakni AG.

Berawal saat korban pertemuan dengan AG di jalanan. Terduga pelaku menawarkan jasa untuk mengantar pulang ke rumahnya menggunakan motor. Namun bukan diantar pulang, korban justru dibawa ke rumah kosong dan diperkosa sebanyak dua kali.

Atas kejadian ini, korban menyampaikan ke peristiwa kelam yang dialaminya ke ibunya. Mereka selanjutnya melapor ke Mapolsek Natar akhir April 2019. Namun hingga tiga bulan berlalu, kasus pemerkosaan ini seolah berjalan di tempat.

sumber: inews.id

Editor: sella.