HETANEWS

Akan Operasi Hilangkan Kulit Bergelambir, Begini Kondisi Aria Permana Bocah Obestas Dari Karawang

Bocah SD asal Karawang yang sempat menderita obesitas, Arya Permana (13) seusai menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (17/6/2019). Rencananya, Aria Permana akan menjalani operasi lanjutan untuk pengangkatan gelambir yang ada di badannya. Arya kini memiliki berat badan 87 kilogram, atau menyusut 105 kilogram, setelah sebelumnya memiliki berat badan 192 kilogram. (foto/Gani Kurniawan )

Bandung, hetanews.com - Babak baru untuk mengembalikan berat badan Aria Permana (13) akan kembali dimulai pada Rabu (24/7/2019). Rencananya, mantan bocah pengidap obesitas asal Karawang, Jawa Barat ini akan menjalani operasi pengangkatan sisa kulit yang bergelambir di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat.

Saat ini, Aria pun telah menjalani pemantauan intensif oleh tim dokter di Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk memastikan kondisinya fit dan siap untuk menjalani operasi pekan depan.

"Alhamdulillah dia sehat, dan sejak kemarin sudah berada di rumah sakit untuk terus dipantau kondisinya," kata ayahanda Aria, Ade Somantri saat dihubungi, Kamis (18/7/2019).

Ade mengatakan rencananya Aria akan menjalani sebanyak 4-5 kali operasi pengangkatan kulit bergelambir untuk mengembalikan kondisi tubuhnya seperti sedia kala. Adapun jeda waktu tiap tahapan operasi yakni 6 bulan sampai 1 tahun.

Aria Permana memperlihatkan kulit tubuhnya saat ditemui di rumahnya, Kampung Pasir Pining RT 002/01, Desa Cipurwasari, Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (15/6/2019). (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)
Aria Permana memperlihatkan kulit tubuhnya saat ditemui di rumahnya, Kampung Pasir Pining RT 002/01, Desa Cipurwasari, Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (15/6/2019). (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra) (elga hikari putra/tribun jakarta)

"Jadi bisa sampai sekitar 3 tahun paling cepat selesai semuanya sampai dia tubuhnya normal kembali," ucapnya.

Diketahui, bergelambirnya bagian tubuh Aria merupakan imbas pasca menjalani operasi bariatrik atau penyempitan lambung pada April 2017 yang membuat berad badannya turun drastis dari 192 kilogram menjadi 86 kilogram

Bagian yang terlihat jelas bergelambir yakni lengan, paha dan perut remaja kelahiran 15 Februari 2006 itu.

"Sedangkan untuk kontrolnya itu tiap dua pekan sampai 1 bulan sekali kita datang ke Rumah Sakit Hasan Sadikin," kata Ade yang menyebut sudah 5 kali membawa Aria kontrol ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung sejak 17 Juli 2019.

Setelah melakukan beberapa tahapan perawatan medis, kondisi kesehatan Aria Permana berusia 13 tahun penderita obesitas di Karawang, Jawa Barat, kian membaik.

Hal tersebut disampaikan oleh Ayah Aria, Ade Somantri. Menurutnya, kini putranya tengah dilakukan perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin, Kota Bandung.

"Saya sendirian menjaga Aria Permana. Banyak dokter yang kontrol terus. Alhamdulillah kesehatan Aria sehat," ujar Ade Somantri, saat dihubungi melalui ponselnya, di Kota Bandung, Kamis (18/7/2019).

Ade mengatakan pada hari Rabu (24/7/2019) sesuai rencana akan dilakukan operasi lanjutan untuk menghilangkan kulit bergelambir di sekujur tubuh anaknya tersebut.

Sementara itu, setelah menjalani operasi bariatrik pada 2017 lalu, berat badan Aria turun drastis dari 192 kilogram menjadi 85 kilogram saja.

Pekan Depan Jalani Operasi

Aria Permana, anak asal Karawang sempat menderita obesitas kini kembali menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Kamis (18/7/2019).

Sebelumnya Aria Permana sudah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, pada Senin (17/6/2019).

Sebagai tindak lanjut pemeriksaan itu, kini Aria Permana dijadwalkan menjalani operasi lanjutan pada Rabu (24/7/2019).

Ade Somantri ayah Aria Permana, mengatakan tindakan operasi itu untuk mengangkat kulit bergelambir terdapat di lengan, perut, punggung, hingga paha.

Adapun karena operasi bertahap sementara tindakan operasi pertama akan dilakukan pada bagian lengan kanan dan kiri.

"Sementara ada 4 sampai 5 kali operasi nya yang sekarang direncanakan tangan kiri kanan dulu, jadi operasinya bertahap," ujar Ade Somantri, saat dihubungi Tribun Jabar di RSHS (18/7/2019).

Ade mengatakan, kini sembari menunggu jadwal operasi, Aria Permana menjalani perawatan pra operasi di Poli Anak, RSHS Bandung.

Kemarin mereka terlebih dahulu melakukan konsultasi medis dan perawatan kontrol rehab medis dan lain sebagainya.

Hampir 2 bulan ini Aria Permana sudah menjalani konsultasi dan pemeriksaan untuk tindak operasi ini.

Diakui Ade, Aria Permana memang sudah sangat siap menjalani operasi tersebut. "Kondisi Aria Permana memang siap untuk menjalaninya, ini justru kemauan Aria Permana sendiri," ujarnya.

Ade menginformasikan, mereka telah tiba ke RSHS Bandung, Rabu (17/7/2019) pagi, sekitar pukul 08.30 WIB.

Hari ini, Aria Permana tengah ditangani dokter untuk dirawat intensif pra operasi. Ade berharap, tahapan demi tahapan operasi kedepannya berjalan dengan lancar.

"Semoga operasinya lancar semuanya, dan bantuan dari semuanya semoga bermanfaat buat masa depan Aria Permana," ujarnya.

Aria Permana kini duduk di bangku kelas 7 SMPN 2 Pangkalan Karawang. Tetapi, sampai saat ini Aria Permana belum masuk sekolah karena izin menjalani pengobatan di RSHS Bandung.

Dadakan

Ade mengaku baru diberitahu bahwa Aria akan menjalani operasi pada Rabu (17/7/2019) kemarin. "Kemarin saya ditelpon suruh kesini dan ternyata dikasih tahu tanggal 24 besok Aria akan dioperasi dan sejak kemarin sudah harus menginap disini, kita juga enggak ada persiapan sebelumnya," kata Ade.

Lantaran dadakan, semalam pun Ade hanya seorang diri menjaga Aria di kamar rumah sakit. Sedangkan sang istri harus pulang ke rumahnya di di Kampung Pasir Pining RT 002/01, Desa Cipurwasari, Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

"Ibunya Aria lagi pulang dulu karena emang enggak ada persiapan, makanya dia pulang dulu buat ambil baju dan keperluan Aria lainnya," kata Ade.

Soal Biaya Rp200 Juta, kendati operasi telah dijadwalkan, Ade hingga kini belum diberikan penjelasan mengenai masalah pembiayaan yang ditaksirnya mencapai Rp 200 juta.

Apakah menggunakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) atau dibayarkan oleh pihak lain. "Sampai saat ini saya belum tahu, saya coba tanya juga ke rumah sakit namu mereka belum bisa menceritakan," kata Ade.

Rencananya, kata Ade, pihak rumah sakit akan memberikan pernyataan resminya terkait operasi terhadap remaja kelahiran 15 Februari 2006 itu.

"Rencananya mau ada jumpa pers cuma belum tahu kapannya. Mungkin nanti baru dijelaskan oleh pihak rumah sakit mengenai pembiayaannya," kata Ade.

Aria pada 2016 lalu viral karena bobot badannya mencapai 192 kilogram tengah berupaya menjalani operasi lanjutan untuk mengangkat sisa daging yang bergelambir.

Sejak pertengahan Juli lalu, pihak keluarga pun rutin berkonsultasi ke dokter di RSHS. Awalnya, orangtua Aria yang bukanlah dari keluarga berada sempat kebingungan karena biaya operasi tersebut ditaksir mencapai Rp 200 juta.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.