HETANEWS

Terdakwa Bunuh PSK dari Jalan Thamrin Siantar Usai Lampiaskan Nafsunya

Samidi pakai tongkat karena kakinya bengkak akibat penyakit asam uratnya kambuh. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Samidi als Senen (45), warga Dusun III Margomulyo, Kecamatan Gunung Malela, nekat menghabisi nyawa seorang pekerja seks komersil (PSK), karena tak mau bayar, usai melampiaskan nafsunya.

Terdakwa diasidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (18/7/2019), lalu.

Menurut dakwaan jaksa, Doniel Ferdinand SH, perbuatan itu dilakukan pada Selasa (19/3/2019) lalu, di areal kebun kelapa sawit Afd III Kebun Laras, Nagori Silau Bayu, Kecamatan Gunung Maligas. Peristiwa ini sempat menghebohkan warga, karena ditemukannya sosok mayat wanita.

Terdakwa ditangkap satu bulan kemudian, pasca pembunuhan terhadap korban Ngatiyem. Senen nekat menghabisi korbannya usai melampiaskan nafsunya, karena tidak punya uang untuk membayar.

Bermula, terdakwa yang suka mencari PSK ini, berangkat dari rumahnya, karena istrinya sedang "datang bulan" ke jalan Thamrin Siantar. Karena sebelumnya, terdakwa pernah memboking Lilis br Siregar als Kriwil dari jalan Thamrin dan melakukan persetubuhan, di lokasi kebun sawit yang sama.

Lelah berkeliling kota Siantar hingga sampai ke Taman Bunga, terdakwa kembali lagi ke jalan Thamrin dan dipanggil oleh korban Ngatiyem. Korban pun bersedia dibayar Rp 50 ribu dan dibawa ke kebun sawit.

Saat korban meminta bayarannya, terdakwa tidak bersedia membayar dan menikam bagian punggung korbannya dengan pisau yang diselipkan, di jok sepeda motor Honda Revo BK.3496 TBI. Pisau terebut biasa digunakan terdakwa untuk mencongkel pisang yang berhubungan dengan pekerjaannya.

Karena ditagih bayaran, takut malu dan ketahuan, maka terdakwa nekat membunuh korban. Setelah satu bulan, terdakwa kembali mencari PSK, di lokasi yang sama dan ditangkap petugas.

Jaksa menjeratnya dengan pasal 340 atau dakwaan kedua 338 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Didampingi pengacara dari Posbakum PN Simalungun, Ruth Angelica SH, terdakwa membenarkan dakwaan tersebut dan tidak mengajukan eksepsi.

Untuk pembuktian mendengarkan keterangan saksi-saksi, majelis hakim, pimpinan Roziyanti SH, dibantu panitera, P Saragih SH, menunda persidangan sepekan.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.