HETANEWS

Keluarga Korban Kebakaran Pabrik Korek Api Gas Desak Perusahaan Bayar Santunan

Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah berdialog dengan keluarga korban kebakaran pabrik mancis dan perwakilan serikat buruh di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (17/7/2019). (foto/Ridwan Nasution)

Medan, hetanews.com - Ratusan keluarga korban kebakaran pabrik korek api gas atau mancis di Binjai, Kabupaten Langkat dan massa Aliansi Serikat Buruh berunjuk rasa ke Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Rabu (17/7/2019). Massa meminta Pemprov Sumut mendesak pemilik pabrik segera membayar hak-hak keluarga korban tragedi mengerikan itu.

Salah satu perwakilan keluarga korban, Indra Lesmana mengungkapkan, pihak PT Kiat Unggul sudah menawarkan biaya santunan sebesar Rp25 juta untuk setiap korban kebakaran pabrik mancis itu kepada ahli waris. Namun, perusahaan juga memberikan syarat yang dinilai janggal.

“Untuk dapat menerima uang santuan tersebut, kami diharuskan menandatangi kertas kosong sehingga kami menolak melakukannya,” kata Indra Lesmana.

Tak hanya itu, besar santunan yang ditawarkan oleh perusahaan juga dinilai tidak layak. Jumlah itu tidak sesuai dengan beban yang ditanggung oleh keluarga setelah kehilangan anggota keluarga mereka dalam insiden pada Jumat (21/6/2019) lalu itu.

“Saya rasa santunan itu tidak cukup untuk membayar nyawa istri saya dan kedua anak saya. Terlebih, saya khawatir karena kami diminta untuk tanda tangan berkas kosong,” kata Indra.

Tak lama setelah menggelar demonstrasi, perwakilan keluarga korban dan serikat buruh diterima oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah. Usai mendengar aspirasi keluarga korban, dia berjanji akan mengawal permasalahan itu hingga tuntas.

“Namun, kami juga meminta kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara khusus untuk serikat buruh untuk terus mengawal proses ini sehingga aspirasi keluarga korban dapat segera diwujudkan,” ujar Wagub Sumut yang akrab disapa Ijeck itu.

Selain itu, Wagub Sumut juga meminta kepada seluruh pihak baik itu pemerintah kabupaten/kota, serikat buruh, dan para pekerja untuk memberikan informasi terkait industri rumahan yang diduga beroperasi tanpa memiliki izin di wilayah masing-masing. Dengan begitu, pemerintah bisa memberikan tindakan.

“Mohon dilaporkan kepada pemerintah daerah maupun penegak hukum agar segera ditindak,” kata Ijeck.

Diketahui, musibah kebakaran pabrik korek api gas di Kabupaten Langkat, terjadi pada Jumat (21/6/2019). Sebanyak 30 orang tewas terkurung dalam bangunan rumah yang dijadikan sebagai pabrik industri rumahan. Kondisi mereka saat dievakuasi tak dapat dikenali.

sumber: inews.id

Editor: sella.