HETANEWS

Babak Baru Kasus Penipuan Rp 29 M Warga Surabaya Bangun Pabrik di Lamongan

Sidang penipuan di Lamongan. (foto/Eko Sudjarwo)

Lamongan, hetanews.com-Masih ingat kasus penipuan dan penggelapan sesama warga Surabaya yang berencana mendirikan pabrik di Lamongan? Kasus yang kini masih menjalani proses peradilan di PN Lamongan ini menyeret tersangka baru, yaitu istri tersangka Liem Donni Hariyanto Talim (46). 

Perkembangan menarik juga terjadi dalam perkara ini. Sebab, istri terdakwa yang juga saksi kunci mengaku mengalami gangguan jiwa dan tidak hadir dalam persidangan yang digelar di PN Lamongan.

"Saksi yang juga istri terdakwa sudah kita berikan surat pemanggilan, namun yang bersangkutan tidak kunjung datang dengan alasan sedang sakit gangguan jiwa," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lamongan, Andhika Pratama saat dikonfirmasi usai sidang, Jumat (19/7/2019)).

Tersangka baru warga Tambaksari, Surabaya, ini bernama Nancy Agustiawati yang juga istri terdakwa Liem Donni Hariyanto Talim (46). Jaksa menyebut, istri terdakwa saksi kunci dalam kasus dugaan penggelapan tanah yang menyeret terdakwa Liem Donni Hariyanto Talim karena dia diduga mengetahui larinya aliran dana.

"Nancy diduga punya peran penting dalam kasus ini, makanya kita datangkan," tandas Andhika. Sementara dalam persidangan itu, jaksa juga menghadirkan dua saksi ahli. Yaitu, Kepala Seksi Pengukuran Tanah, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lamongan dan ahli hukum pidana dari Universitas Brawijaya Malang, Dr Prija Djatmika.

"Apa yang dilakukan oleh terdakwa dinyatakan telah melawan hukum atau memenuhi unsur pidana sebagaimana yang tertuang dalam KUHP. Sehingga mengakibatkan korban atas nama Simon Halim (47) hingga menelan kerugian hingga Rp 29 miliar," kata Prija dalam kesaksiannya hukumnya. 

Penasehat hukum terdakwa Donni, Hans Edward Hehakaya mengatakan, pihaknya akan melayangkan surat keberatan ke Kejagung dan Kejati. Pasalnya, JPU dianggap menyalahi aturan yang berlaku karena barang bukti berupa uang, masih tersimpan di rekening milik korban. 

JPU beralasan, tidak mau mengambil risiko karena barang bukti berupa uang terlalu besar sehingga uang dititipkan terlebih dahulu uang ke korban. "Harusnya sebagai penegak hukum harus patuh dengan undang-undang yang berlaku. Pastinya kita akan menyurat ke Kejagung, karena apa yang diperbuat jaksa ini sudah salah kaprah," imbuh Hans.

Sementara Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat mengakui istri Donnie, Nancy telah ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus ini. Nancy disangkakan dengan Pasal 372 junto 55 56 KUHP karena diduga turut serta dan memberikan bantuan terhadap terdakwa Donni. 

"Penetapan tersangka ini sesuai dengan hasil pemeriksaan yang kami lakukan," pungkas Norman. Kasus ini bermula ketika korban Simon Halim (47), Direktur PT Alam Jaya Primanusa Surabaya merasa ditipu oleh Liem Donni Hariyanto Talim (46), yang juga warga Surabaya dalam jual beli tanah yang ada di Desa Pelang, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan. 

"Harusnya setelah pembelian tanah pada tahun 2015 lalu itu, sudah berdiri pabrik di Desa Pelang, Kecamatan Kembangbahu," kata Simon pada wartawan ketika itu. 

Dari beberapa luas tanah yang sudah dibeli, menurut Simon, sebagian sudah dilakukan sertifikasi tanah. Namun ada beberapa yang masih belum jelas sehingga Simon harus menelan kerugian hingga Rp 29 miliar. 

sumber: detik.com

Editor: sella.