HETANEWS

Rizal Ramli Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus BLBI

Rizal Ramli saat tiba di KPK, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Jakarta, hetanews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan dan Industri (Menko Ekuin), Rizal Ramli hari ini. Dia diperiksa terkait kasus korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) dalam Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Rizal Ramli yang tiba di KPK sekitar pukul 09.57 WIB itu, terlihat mengenakan kemeja biru lengan panjang. Rizal mengaku dipanggil KPK sebagai saksi untuk tersangka Sjamsul Nursalim dan istri Itjih Nursalim.

"Saya sendiri pada waktu kejadian kasus itu bukan pejabat lagi," katanya di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019).

Rizal mengatakan, KPK meminta dirinya sebagai saksi karena dinilai paham mengenai awal mula kasus ini terjadi. Rizal diduga mengetahui tentang prosedur penerbitan SKL kepada obligor.

"Karena itu terjadi pada 2004. Pada saat pemerintahan Ibu Mega, tapi saya dianggap banyak mengerti, tahu prosedur, dari sejak awal BLBI," ujarnya.

Pada hari ini, KPK juga memeriksa dua tersangka dalam perkara ini yakni Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim. Keduanya dipanggil sebagai tersangka.

"SJN dan ITN diperiksa sebagai tersangka terkait kasus BLBI," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (19/7/2019)

KPK menduga Sjamsul telah merugikan negara sebesar Rp4,58 triliun terkait penerbitan SKL BLBI. Sjamsul dan Itjih disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-l KUHP.

Selain Sjamsul dan Itjih, KPK juga menetapkan mantan Ketua BPPN Syafruddin Temenggung sebagai tersangka. Namun dalam perjalanannya, Syafruddin yang telah berstatus terdakwa bebas dari penjara karena kasasinya dikabulkan Mahkamah Agung (MA).

Merujuk pada putusan Pengadilan Tipikor No. 39/Pid.Sus/Tpk/2018/PNJktPst disebutkan secara tegas tindakan terdakwa Syafrudin Arsyad Tumenggung telah memperkaya Sjamsul Nursalim.

sumber: inews.id

Editor: sella.