HETANEWS.COM

Alasan Penyidik Tidak Tahan Pejabat Kominfo Siantar Tersangka Korupsi

Dostom Hutabarat. (Foto:Ms)

Siantar, hetanews.com - Kejaksaan Negeri Siantar menetapkan dua pejabat Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Siantar, PT dan ATS tersangka dugaan korupsi proyek Smart City.

PS yang menjabat, sebagai Kadis Kominfo dan ATS sebagai sekretaris, diduga korupsi belanja barang atau pengadaan bandwith, jaringan dalam kegiatan proyek Smart City yang menggunakan anggaran APBD-P Tahun 2017.

Baca juga: Ditetapkan Tersangka, Kadis Kominfo Siantar Tugas Luar dan Sekretarisnya Pendidikan

Namun, meski sudah menyandang tersangka, keduanya tak kunjung dilakukan penahanan. Kejaksaan melalui Kasi Pidsus Dostom Hutabarat mengatakan pihaknya memberi waktu terhadap dua tersangka untuk mempersiapkan pengacara. Menurutnya, kedua tersangka menolak pengacara yang disediakan oleh pihaknya sehingga belum dapat diperiksa sebagai tersangka.

"Itu sudah sesuai dengan pasal 56 ayat (1) KUHAP. Oleh sebab itu, memang harus didampingi penasehat hukum", tegasnya kepada hetanews saat dijumpai diruang kerjanya, Rabu (17/7/2019).

"Karena bersangkutan tidak bersedia didampingi penasehat hukum, berarti dia menolak, oleh sebab itu kita tidak bisa lakukan pemeriksaan," sambungnya.

Baca juga: Sejauh Ini Inspektorat Belum Mengetahui Dugaan Korupsi Diskominfo

Dijelaskannya, para tersangka dikenai Pasal 2 dan 3 UU Tipikor, dengan ancaman minimal 5 tahun maksimal 20 tahun penjara.

Biasanya dikenakan juga denda maksimal 200 juta, maksimal 1 M. Dan itu juga akan dibebankan jumlah kerugian negara yang sudah dinikmatinya, sambungnya.

Penulis: ms. Editor: bt.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!