HETANEWS

Prospek Budidaya Jagung di Humbang Hasundutan

Humbahas, hetanews.com - Jagung memiliki peranan penting dalam meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, karena selain bisa menjadi bahan olahan makanan juga manfaatnya cukup banyak termasuk bahan baku industri pangan, industri pakan ternak dan bahan bakar.

Disamping banyak digunakan penduduk sebagai komoditi tanaman pangan, pemakaian jagung nyatanya juga makin meluas. Batang serta daun jagung bahkan dapat digunakan sebagai pakan ternak, bahan baku pupuk kompos, bahan baku pembuatan kertas, dan bahan produksi kerajinan daur lagi.

Kebutuhan jagung dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang begitu signifikan sampai harganya juga cukup menjanjikan hingga pernah tembus di harga Rp. 5.200 rupiah per Kg di Kabupaten Humbang Hasundutan.

  • Budidaya Jagung di Humbang Hasundutan

Sesuai informasi yang dihimpun dari Kepala Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Humbahas, Jaunter  Marbun, Jumat (19/7/2019), untuk penanamannya, jagung tak begitu sulit dibudidayakan karena bisa ditanam di dataran rendah atau pun tinggi.

Tempat area bertanam yang ideal mempunyai curah hujan lebih kurang 85-200 mm/bulan. Dan suhu optimum pada 17°C – 30°C. Tanaman jagung juga tak membutuhkan kriteria tanah spesial, tetapi tempat yang dipakai baiknya mempunyai struktur tanah yang gembur, subur, dan kaya humus. Kandungan pH tanah yang baik untuk tanaman ini  adalah 5, 6, sampai 7. Lahan juga dianjurkan memiliki ketersedian air yang cukup baik. Dan kemiringan tanah kurang dari 8%.

"Dan bumi Humbang Hasundutan sangat cocok dan memiliki kriteria sebagai salah satu daerah strategis untuk bertanam jagung", kata Jaunter.

Kendati daerah Humbahas sudah memiliki kriteria dimaksud, namun jagung adalah tanaman budidaya seperti yang lain. Jagung juga butuh dirawat serta dipupuk agar hasil panennya dapat optimal. Perawatan tanaman jagung dapat berbentuk pembersihan tanaman gulma, irigasi yang baik, dan pemberian pupuk sesuai keperluan.

Disebutkan Jaunter,  takaran per hektar pupuk kandang 2 ton, Urea 300 kg, SP36 150 kg, KCL 75 kg. Pupuk urea diberikan 2 kali, tiap-tiap 1/2 sisi pada waktu tanaman berusia 18 hari serta 35 hari. Sedang pupuk kandang, SP36 serta KCl diberikan semuanya pada waktu tanam.

"Penentuan saat panen juga merubah mutu product yang didapat. Penentuan saat panen untuk jagung bergantung dari tipe jagung yang diperlukan customer, umpamanya saja seperti tipe baby corn, jagung untuk sayur atau untuk direbus, serta biji kering untuk pakan ternak", beber Jaunter.

Komoditi tanaman jagung yang memiliki peranan besar dalam ketahanan pangan dan menjanjikan nilai ekonomi itu, rupanya tak disiasiakan Pemerintah Kabupaten Humbahas. Bupati Dosmar Banjarnahor dalam kurun beberapa tahun terakhir selalu giat dan rajin untuk terlibat  langsung bersama masyarakat untuk memajukan pertanian di Humbahas.

Bukti keseriusan Dosmar tak hanya sebatas retorika. Seperti data yang di dapat dari Dinas Pertanian, saat ini Pemkab Humbahas telah memiliki Alsintan yang diperoleh dari Kementerian Pertanian berupa tractor besar roda 4 sebanyak 27 unit, 28 tractor mini roda-4, 7 excavator mini, 2 excavator besar, 304 handtractor roda-2, 48 corn sheller, dan 5 combined harvester, 10 combine harvester, 20 cultivator (penggembur tanah), 2 unit alat pemanen jagung, 87 pompa air, 40 cultivator.

"Tapi 11 unit dari 27 unit traktor besar itu sudah termasuk dari pengadaan tahun 2006, 2007, 2008 dan 2013", sebut Jaunter.

"Tahun 2019 ini kita membuat pengadaan 2 unit traktor besar, 2 excavator, handtractor dan corn sheller, dan 20 power weeder. Ditambah bantuan dari pemerintah pusat 11 unit hand tractor dan 6 pompa air", sambung Jaunter lagi.

Tanpa mengesampingkan komoditi tanaman lainnya, keberadaan sejumlah alsintan tersebut memiliki andil besar dalam menyokong pertanaman jagung. Banyak lahan tidur yang dulunya tidak difungsikan masyarakat kini berubah jadi lahan pertanaman jagung. 

Sekarang, jika kita mengunjungi tiap-tiap desa yang tersebar di Kabupaten ini, sejumlah besar lahan warga akan menyuguhkan  pemandangan-pemandangan tanaman jagung. Dan di halaman rumah  para warga saat ini juga nyaris tiap hari terlihat tumpukan tongkol-tongkol jagung dijemur dari hasil panen.

  • Kendala dan Harapan 

Hambatan usaha yang kerap dihadapi beberapa petani jagung yakni ada serangan hama serta penyakit, hingga hasil panen jagung yang diperoleh tak dapat maksimal serta mutu buah yang dipanen kurang bagus.

Umumnya hama yang menyerang jagung diantaranya lalat bibit serta ulat pemotong, sedang tipe penyakit pada jagung umpamanya saja seperti penyakit bulai, bercak daun, penyakit karat, gosong bengkak, serta penyakit busuk tongkol ataupun busuk biji.

Hambatan yang lain yang kerap mengganggu beberapa pelaku usaha yakni keadaan cuaca serta curah hujan yang kurang mensupport. Pergantian cuaca yang ekstrim serta curah hujan yang cukup tinggi, kadang-kadang dapat mengakibatkan kerusakan pohon jagung hingga efek gagal panen dapat berlangsung.

Selain itu, kendala lain yang dihadapi petani adalah masalah fluktuasi harga. Saat ini harga jagung di beberapa desa terpantau hanya Rp 3.100,- per Kg. Sehingga mengakibatkan adanya beberapa keluhan dari para petani.

Berkaca dari kendala itu, sebaiknya pemerintah memberikan dukungan kepada petani selagi mereka beralih dari benih tradisional ke benih hibrida yang lebih produktif dan tahan penyakit. Sementara para petani juga sebaiknya diarahkan untuk bekerja sama dengan pihak swasta lainnya untuk meningkatkan efisiensi proses pascapanen. 

Tak dipungkiri, Pemkab memang sudah begitu mengistimewakan budidaya tanaman jagung di Humbahas. Namun begitu, masyarakat juga tetap berharap agar perhatian dari Pemerintah  tetap berkesinambungan atau tidak pernah putus di tengah jalan. Pemerintah diharapkan terus mengevaluasi tata niaga komoditas jagung. Hal itu guna memastikan bahwa tingkat fluktuasi harga terjaga dengan stabil serta pasokannya juga tersedia dengan memadai untuk berbagai kebutuhan warga.

Dengan begitu, jika kendala itu tersisihkan, maka seluruh petani jagung yang ada di Humbahas akan semakin sejahtera karena hasil panen dan fluktuasi harga yang semakin bisa tertata.

Pada dasarnya, tingkat ekonomi kerakyatan adalah fondasi utama untuk mewujudkan kesejahteraan. Dan kesejahteraan masyarakat sendiri jualah yang sejatinya akan mewujudkan Kabupaten Humbahas yang bermentalitas unggul.

Penulis: rachmat. Editor: sella.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.