HETANEWS

Memperingati Hari Lahir Tarung Derajat Ke-47 di Kota Pematangsiantar

Foto bersama anggota dan pelatih Pengcab Tarung Derajat Kota Pematangsiantar

Siantar, hetanews.com - Dalam rangka memperingati hari kelahiran Tarung Derajat Ke-47 yang bertepatan jatuh pada hari ini, Kamis 18 Juli 2019, Pengcab Tarung Derajat Kota Pematangsiantar turut memeriahkan dengan latihan bersama.

Latihan ini digelar di lantai tiga Gedung FKPPI Kota Pematangsiantar, jalan WR Supratman, Kelurahan Proklamasi, pada Kamis sore. 

Setiap anggota dari masing masing Satuan Latihan (Satlat) se-Kota Pematangsiantar, ikut serta hadir dalam latihan bersama.

Pada kesempatan ini, Pengcab Tarung Derajat Kota Pematangsiantar juga merayakan ulang tahun Sang Guru, Achmad Derajat atau dikenal dengan sebutan Aa Boxer, yang kini memasuki usia 68 Tahun.

Tarung Derajat adalah bela diri asli Indonesia dan secara resmi diakui sebagai olah raga nasional. Lazim digunakan sebagai latihan bela diri dasar TNI Angkatan Darat dan Brigade Mobil Polri. 

Di era 90 an Tarung Derajat telah disempurnakan sebagai olah raga. Kemudian di tahun 1998 Tarung Derajat resmi menjadi anggota KONI, dan sejak itu Tarung Derajat memiliki tempat di Pekan Olah Raga Nasional (PON). 

Foto bersama pengurus Pengcab Tarung Derajat dan para pelatih

Tahun 2015, dilaksanakan pembentukan kepengurusan Federasi Tarung Derajat Asia atau Asian Federation  Of Tarung Derajat (AFTD) di Bangung, Jawa Barat.

Pertemuan tersebut dihadiri 8 negara se-Asia Tenggara. Diantaranya, Indonesia, Malaysia, Philipina, Laos, Myanmar, Thailand, Singapura dan Vietnam.

Pencipta seni bela diri Tarung Derajat ini adalah Achmad Derajat atau yang dikenal dengan Aa Boxer. Bela diri ini dideklarisikan kelahirannya di Bandung 18 Juli 1972.

Seni bela diri Tarung Derajat hadir di Kota Pematangsiantar pada tahun 2002. Hingga saat ini sudah beranggotakan 150 orang dari kalangan usia 12-50 tahun.

Untuk Pengcab Tarung Derajat Pematangsiantar diketuai oleh Amir, Dewan Pelatih Charles, Pelatih Satuan Latihan (Satlat) Sutandi dan Parlaungan Purba sebagai Pembina. 

Penulis: gee. Editor: edo.