HETANEWS

Dua Pemilik 8 Paket Ganja Diancam 7 Tahun Penjara

Dua terdakwa saat berkonsultasi dengan pengacara Ruth, di PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com-Jhony Efendy Tanjung (43), warga jalan HM Salim, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, dan Indra (25), warga Siantar, masing-masing dituntut 7 tahun penjara, di PN Simalungun, Kamis (18/7/2019).

Selain pidana penjara, jaksa Indri Wirdya SH, juga menuntut denda Rp.800 juta subsider 3 bulan penjara.       

Keduanya dipersalahkan jaksa melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 Jo Pasal 132 tentang narkotika. Barang bukti 8 paket ganja dinyatakan untuk dimusnahkan.       

Menurut jaksa, keduanya ditangkap di rumah terdakwa terdakwa Jhony Efendy Tanjung, pada Senin, 4 Pebruari 2019. Petugas Satres Narkoba Polres Simalungun melakukan penggerebekan didampingi pemerintah setempat, Asran Harahap dan Tetty Kusendang Hutajulu.       

Delapan paket ganja disita dari bawah kasur kamar terdakwa Jhony yang diakui miliknya. Sabu tersebut dibeli terdakwa Indra dari Agam seharga Rp.80 ribu di Siantar.         

Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hal meringankan, terdakwa bersikap sopan dan belum pernah dihukum.        

Didampingi pengacara Ruth Angelica SH dari Posbakum PN Simalungun, kedua terdakwa memohon kepada majelis hakim, agar hukumannya diringankan. Ketua majelis hakim, Roziyanti didampingi hakim anggota, Justiar Ronald SH dan Nasfi Firdaus SH, menunda persidangan hingga sepekan untuk putusan.

Penulis: ay. Editor: gun.