HETANEWS

KPU Pusat akan Supervisi Pencopotan Ketua KPU Sumut

Komisioner KPU Wahyu Setiawan Wahyu Setiawan. (foto/Ristu Hanafi)

Jakarta, hetanews.com - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI mencopot Ketua KPU Sumatera Utara Yulhasni dan beberapa komisioner KPU Sumatera Utara (Sumut) dan Nias Barat. KPU RI mengatakan akan mengawasi KPU Sumut dalam menjalankan putusan.

"Iya pasti akan kita supervisi," ujar komisioner KPU Wahyu Setiawan, di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).

Sebelumnya, DKPP memberhentikan Ketua KPU Sumut Yulhasni dari jabatannya. Yulhasni disebut melakukan pelanggaran kode etik terkait rekapitulasi suara pemilu legislatif di Kabupaten Nias Barat.

Baca juga: DKPP Copot Ketua KPU Sumut Yulhasni karena Langgar Kode Etik

Wahyu mengatakan pihaknya tidak akan ikut menentukan ketua pengganti. Ini karena penunjukan ketua dilakukan secara internal. 

"Itu internal mereka, karena pemilihan ketua kan dari dan oleh anggota," kata Wahyu. 

Wahyu sendiri menyebut pihaknya mengakui adanya kesalahan prosedural yang dilakukan KPU Sumut dalam proses rekapitulasi suara pemilu legislatif. Namun, Wahyu mengatakan tindakan KPU Sumut sebagai bentuk responsif.

"Memang harus diakui, ada prosedur-prosedur yang lalai tidak dijalankan oleh KPU Provinsi Sumatera Utara ataupun Nias Barat. Tetapi secara substansial kami menyatakan bangga dengan KPU Provinsi Sumatera Utara, karena telah bertindak responsif dan menjaga suara rakyat," tuturnya. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, DKPP menyebut tindakan Yulhasni dalam memerintahkan pengecekan tidak sesuai dengan aturan. Hal ini disebut tidak sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2019. 

DKPP memutuskan Yulhasni melanggar Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017 Pasal 6, 10, 15, 16, dan 17 tentang kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu.
 

sumber: detik.com

Editor: sella.