HETANEWS

Vio Tak Dibawa Lagi Berobat ke Puskesmas karena dapat Pelayanan Anak Tiri

Viktor Rajagukguk Ketua RT, ayah Vio, Manap Paulus Purba (tengah), dan Kaka Vio, Fransiskus Anjulius Purba.

Simalungun, hetanews.com- Kenyataan pahit yang dialami oleh Susi Martina Haloho semakin bertambah tatkala membawa anaknya ke puskesmas untuk proses imunisasi. Susi dan Vio kerap mendapat pelayanan kelas dua alias seperti dianaktirikan oleh pelayan kesehatan yang ada di sana. Hal ini membuat hati Susi semakin tersayat-sayat dan piluh.

Keluhan tersebut dikatakan oleh Susi kepada Hetanews. Ceritanya, ketika Vio dalam proses imunisasi, perlakuan yang tidak adil sering dialami oleh Susi sehingga membuatnya kini enggan pergi untuk sekedar menchek kondisi anaknya ke puskesmas terdekat.

"Pas aku imunisasi kadang Vio asal disuntik sama bidannya engga seperti anak-anak lain, terus pas ku marahi dia pura-pura nanya ini Vio mananya yang sakit. Kubilang aja ini Vio yang kena hydrosepalus," ucapnya dengan raut wajah kesal ketika menceritakan kepada Hetanews.

Hal yang paling menyakitkan lagi diterima oleh Susi, ketika Bidan Desa mendatangi rumahnya dengan membawakan dua susu dan dua makanan anak balita, namun mereka hanya memberikan satu saja kepada Susi.

"Pernah lagi bidan desa datang, dibawa orang itulah 2 susu sama 2 makanan anak balita itu, terus disuruh aku megang sambil gendong anakku, nah difoto-fotolah sama orang itu, habis foto-foto kupikir dikasihlah 2 susu itu, ternyata engga hanya 1 dikasi.

Terus tanpa bilang apa-apa pergi orang itu, jadi kayaknya dimanfaatkan orang itu anakku, dari situlah aku bertekat engga akan kubawa lagi anakku ini ke Puskemas," ceritanya dengan nada Kesal, karena anaknya hanya dijadikan bahan foto semata.

Bantuan dari Pemerintahpun tak pernah didapati oleh Susi, namun Susi tidak pernah bersedih sebab dia yakin Tuhan akan selalu memberikan dirinya bantuan melalui tangan-tangan orang lain.  "Kalo dari pemerintah engga pernah ada, tetapi aku yakin Vio ini dilahirkan dengan banyak cinta oleh Tuhan, makanya selalu saja ada bantuan dari orang sama kami," ucapnya.

Ayah Vio Manap Paulus Purba mengatakan selama ini yang membantu adalah keluarga besar mereka dan tetangga-tetangga sekitar, bahkan pernah datang dari luar kota membantu mereka, sehingga Vio dapat dioperasi, kini keluarga Vio hanya butuh biaya untuk trapi Vio.

"Kami tidak mau memanfaatkan kondisi kami ini, dan puji Tuhan karena kuasa Tuhan ada orang dari luar kota yang membantu peroses oprasi Vio, saat ini kami hanya ingin menterapi Vio, tapi beginilah kondisi kami," Ucapnya Pasrah

Gamot (Kepala Rusun Warga) Viktor Rajagukguk yang menemani wartawan mengunjungi keluarga Vio, mengatakan saat ini Vio sudah didaftarkan kedalam orang yang memiliki keterbatasan secara fisik untuk diberikan bantuan. "Selama inikan belum ada bantuan, baru bulan inilah (Maret) ada bantuan dari pemerintah yaitu untuk orang-orang yang keterbatasan secara fisik dan Vio sudah saya daftarkan," ucapnya.

Penulis: tom. Editor: ebp.