HETANEWS

PKS Pasrahkan Pemilihan Wagub DKI pada Pimpinan Dewan

Anies baswedan dan sandiaga uno di rumah aburizal bakrie.

Jakarta, hetanews.com - Hampir satu tahun pemerintahan DKI Jakarta tanpa Wakil Gubernur. Semenjak Sandiaga Uno meninggalkan kursi DKI 2 pada Agustus lalu, hingga saat ini pembahasan wagub di DPRD DKI seolah mandek.

Saat ini, rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) untuk penentuan tata tertib (Tatib) saja belum juga jadi dilakukan. Setidaknya sudah tiga kali rapimgab mundur. Alasannya masih sama, tidak ada kuorum. Sedangkan, rapat paripurna yang ditargetkan pada 22 Juli semakin dekat. Sementara paripurna harus didahului dengan rapimgab.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengaku pasrah dengan terus molornya Rapimgab dan berpotensi membuat mundur paripurna.

Menurutnya, saat ini bola berada di tangan pimpinan DPRD, mau atau t tidak mempercepat proses pemilihan wagub.

"Sekarang (semua) di tangan pimpinan," kata Suhaimi pada Liputan6.com, Kamis (18/7).

Suhaimi mengaku tidak berdiam diri dengan terus molornya proses pemilihan wagub. Seperti usai Rapimgab molor pada Rabu kemarin, ia mengaku langsung mendatangi ruangan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi.

"Cuma kita terakhir belum jadi. Jadi bagusnya kita bertanya ke pimpinan langsung. Saat tidak jadi (Rapimgab) saya langsung ke lantai 10 (ruangan Prasetio). Tapi beliau sedang tidak ada," ucapnya

Berbagai lobi juga sudah dilakukan PKS. Menurutnya, pendekatan dengan berbagai fraksi sudah lama dilakukan, saat ini saatnya pimpinan Dewan turun tangan untuk mempercepat semua proses.

"Kalau tidak ada pimpinan otomatis tidak jadi," katanya

"Kami berharap (paripurna) tetap on time. Kalaupun mundur jadi 23 Juli," katanya.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.