HETANEWS

AKBP Heribertus Temui Bocah Penderita Hidrosefalus Saat Sambangi Korban Kebakaran Jalan Mangga

Kapolres Pematangsiantar, AKBP Heribertus Ompusunggu saat mengunjungi Satika (10), bocah penderita hidrosefalus, korban kebakaran, di Jalan Mangga, Kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, Rabu (17/7/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com – Kapolres, AKBP Heribertus Ompusunggu bersama puluhan personel Polres Kota Pematangsiantar, mengunjungi Satika (10), bocah penderita hidrosefalus yang merupakan korban kebakaran di Jalan Mangga, Kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, Rabu (17/7/2019).

Kunjungan mereka ini, kata Kapolres, merupakan salah satu kegiatan sosial, sambil melihat kondisi bocah penderita hidrosefalus yang selamat dari musibah kebakaran yang menghanguskan 10 rumah tersebut.

"Kami ingin memantau langsung kondisi korban kebakaran yang terjadi di wilayah hukum Polres Siantar. Melalui kegiatan sosial semacam ini, dengan jalinan silatirahmi ini, akan lebih mendekatkan Polri kepada masyarakat,"katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres bersama personel lainnya, memberikan sejumlah kebutuhan pokok, termasuk uang kepada korban kebakaran. Dan termasuk Dahayrani Siregar (45), ibu dari Satika bocah penderita hidrosefalus.

Baca juga: Kapolres Siantar Ungkap Keprihatinannya Saat Kunjungi Korban Kebakaran Jalan Mangga

Ketika kebakaran berlangsung, seorang bocah penderita hidrosepalus, bernama Satika yang ketika itu tengah terbaring di dalam rumah nyaris tak terselamatkan. Oleh warga sekitar, bocah tersebut terkunci dan beruntung nyawanya terselamatkan oleh ayahnya.

Untuk sementara waktu, para korban tinggal di tenda pengungsian. Dengan beralaskan karpet, bantal hingga selimut di tenda yang didirikan BPBD, Sartika tampak kepanasan. Tampak sesekali ibunya mengipasnya dengan kertas karton.

Dahayrani Siregar, korban kebakaran yang juga ibu dari Satika menyampaikan, ketika rumah yang mereka huni itu terbakar, dirinya tengah tak di rumah, melainkan berada di luar.

"Saat kebakaran, saya lagi di luar. Anak-anak saya tinggal di rumah sama ayahnya. Alhamdulillah lah, anak saya selamat dua-duanya, kalau barang-barang habis terbakar,"ujarnya saat ditanyai.

Selain Satika yang mengalami sakit, Ilham (22), anak Dahayrani yang juga mengalami kekurangan tak seperti pada anak-anak lainnya, juga  berhasil terselamatkan dalam peristiwa kebakaran tersebut.

"Anak-anak saya tinggal di rumah karena ada pekerjaan. Kemarin sebelum lebaran kan membuat kue, jadi ngutip uang kue lah. Setelah tahu kebakaran, saya buru-buru pulang, ingat anak. Sampek saya, Satika ini uda dibawa ke rumah tetangga sama ayahnya," jelas Dahayrani Siregar, seraya menyampaikan, kondisi Satika mulai membaik dari sebelum-sebelumnya.

Penulis: hza. Editor: gun.