HETANEWS

Saling Klaim Tanah Dihadapan Kapolresta Siantar, Pengaduan Diproses Bukan Tidak Diterima

Kapolresta Siantar AKBP Slamet Lusiono SIk.

Siantar, hetanews.com - Polresta Siantar menggelar perkara pengaduan pengrusakan tanaman. Acara ini dilaksanakan karena pengaduan pelapor, R br Sinaga belum dianggap lengkap dan belum dapat diterima.

Kapolresta Siantar, AKBP Slamet Lusiono SIk, yang memimpin acara tersebut, Jumat (13/3) sekitar 10.30 Wib. Tampak hadir dalam acara gelar ini, yakni dari pihak pelapor dan terlapor dan saksi ahli dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Kapolsek Siantar Martoba AKP Hilton Marpaung.

Dalam gelar itu, pelapor R br Sinaga mengatakan bahwa pengaduan  pengrusakan tanaman yang dilakukan terlapor P br Simatupang atas tanahnya, awalnya tidak diterima oleh Polsek Siantar Martoba. Padahal dikatakannya, pengrusakan tanaman itu berada diatas tanah yang sudah dibelinya.

Kemudian dia melalui Kuasa Hukumnya, Netty Simbolon SH membuat pengaduaan masyarakat (Dumas) ke Polresta Siantar. Tak berapa lama, pihak Polresta mengadakan gelar perkara pengaduan tersebut.

"Tanah itu sudah kubeli dari Halason Sitompul mantan pegawai Kantor Lurah Bane. Lantas, mengapa pengaduan ku tak diterima?," tanya dia.

Kapolsek Siantar Martoba,  AKP Hilton Marpaung pada kesempatan itu membantah tuduhan tidak menerima laporan pengaduan korban. "Kita bukannya tidak menerima. Tapi belum menerima, karena tanah tersebut sudah memiliki sertifikat hak milik. Yang punya P br Simatupang," bantahnya.

Sementara itu, P br Simatupang pemilik sertifikat atas tanah tersebut mengaku bahwa tanah tersebut miliknya yang dibeli dari Aisya boru Pane. "Itu tanahku kubeli dari boru Pane tahun 2001 yang lalu. Jadi kalau itu kau rusak, ya itu hak ku," terangnya.

Amatan Hetanews.com  ditempat gelar perkara tepatnya di ruang tunggu Mapolresta Siantar, pelapor dan terlapor terlihat saling klaim.

Kapolresta menghimbau agar kedua belah pihak tidak anarkis dalam menyelesaikan perkara ini. Hingga gelar tersebut dilanjutkan kembali dalam waktu yang belum ditentukan.

Kata Kapolres, laporan pengaduan tentang pengurusakan memang belum punya bukti yang kuat. Tetapi pengaduan tersebut masih tetap di proses.

Selanjutnya kata kapolres, terkait kasus tersebut diminta untuk mengahdirkan Halason Sitompul untuk menjelaskan asal muasal pembelian tanah oleh boru sinaga. "Masalahnya Alashak  yang kami tegaskan. masalah pengaduan pengrusaakan tanaman itu tetap kami proses," ucap Kapolres Slamet

Penulis: gee. Editor: ebp.