HETANEWS

Pembeli dan Kurir Sabu Dituntut Sama 6 Tahun Penjara di PN Simalungun

Dua terdakwa saat mendengar tuntutan dari jaksa Barry, di PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Dua terdakwa, yaitu pembeli dan kurir sabu, Pristiawan als Awan (24), warga Huta VI Sidodadi, Nagori Silampuyang, Kecamatan Siantar dan Oloan Mariojahan Pardede als Kembar (30), masing-masing dituntut 6 tahun penjara, denda Rp.1 milyar subsider 3 bulan penjara, di PN Simalungun, Rabu (17/7/2019).

Jaksa Barry Sugiharto SH mempersalahkan kedua terdakwa, dengan pasal 114 (1) UU RI No.35/2009 tentang narkotika.

Petugas lebih dulu menangkap terdakwa Pristiawan, pada Minggu, 27 Januari 2019, di ladang Kongsi Mahanda, Nagori Silampuyang.

Saat ditangkap, salah satu temannya, bernama Dedek als Baron, melarikan diri. Sepaket sabu yang disita dari terdakwa, diakui milik Baron yang dibeli dari terdakwa Oloan Marojahan Pardede als Kembar, seharga Rp.100 ribu.

Untuk menangkap terdakwa Kembar, Awan disuruh pesan lagi dan berjanji bertemu, di Simpang Marcopolo (gapura yang ada di jalan lintas Siantar-Parapat). Kembar ditangkap dengan sepaket sabu pesanan terdakwa Awan. Diakui Kembar, jika sabu pesanan Baron dan Awan, dibeli dari Apit, warga Timbang Galung  Siantar. 

Didampingi pengacara, Reinhard Sinaga SH dari Posbakum PN Simalungun, kedua terdakwa memohon kepada majelis hakim agar hukumannya diringankan, dengan aalsan menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

"Untuk pembacaan putusan, sidang ditunda seminggu,”kata ketua majelis hakim, Roziyanti SH, didampingi dua hakim anggota, Justiar Ronald SH dan Nasfi Firdaus SH.

Penulis: ay. Editor: gun.