HETANEWS

Antisipasi Penembakan di Sekolah, Guru-Guru di Utah AS Latihan Menembak

Sebagian guru di negara bagian Utah, melewati liburan musim panas tahun ini dengan mengikuti pelatihan khusus belajar menembak (doc. screecshoot).

Amerka Serikat, hetanews.com - Kebanyakan orang memanfaatkan musim panas untuk berlibur bersama keluarga. Namun bagi sekitar 30 orang guru di negara bagian Utah, Amerika Serikat (AS), mereka melewati liburan musim panas tahun ini dengan mengikuti pelatihan khusus, yaitu belajar menembak dan menangani luka tembak.

Mereka dilatih oleh polisi untuk mempersiapkan diri jika terjadi penembakan di sekolah. Mereka berkumpul di tempat latihan menembak di kawasan tengah Utah.

Kantor Sherif Utah County memberikan pelatihan tersebut untuk pertama kalinya. Mereka dilatih teknik dan cara meredakan ketegangan jika terjadi penembakan, termasuk membela diri dan memberi pertolongan medis.

"Di Utah, guru diperbolehkan membawa senjata api. Di distrik, mereka tidak boleh membawa senjata api karena melibatkan tanggung jawab, jadi semacam 'jangan bertanya, jangan memberitahu'. Namun kenyataannya, jika terjadi penembakan, kami ingin guru-guru kami sudah dilatih dengan tepat," kata Sherif Utah County, Michael Smith, seperti dikutip Associated Press, Rabu (17/72018).

Sebagian guru itu mengatakan, penembakan massal di sekolah seperti di Parkland dan Sandy Hook menginspirasi mereka untuk mengikuti pelatihan. Para guru di Utah yang memiliki izin membawa senjata api terselubung dapat membawa senjata tersebut ke sekolah.

"Saya menghargai waktu yang mereka diberikan untuk melatih saya. Karena saya ingin dapat membantu. Saya tidak ingin hanya duduk saja dan tidak berbuat apapun. Saya ingin dapat balas melawan," kata Cindy Bullock, salah seorang peserta pelatihan.

"Saya kini memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu untuk melindungi murid-murid saya. Murid-murid yang bersama saya sepanjang hari, bukan hanya menjadi target orang jahat. Jadi mudah-mudahan, jika guru-guru dilatih, dan kita semua tidak perlu membawa senjata, tetapi jika kita sudah dilatih, orang yang datang ke sini dan ingin menembak murid kami, akan berpikir dua kali," ujar Christy Belt, guru kelas lima di SD Timponogos Academy.

Walau demikian, Cindy berharap, tidak akan terjadi lagi penembakan massal di sekolah-sekolah.

sumber: inews.id

Editor: sella.