HETANEWS

Lansia Cabuli Anak SMP Diancam 13 Tahun Penjara

Kakek cabul, duduk di kursi sidang PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Pria lanjut  usia (Lansia) ini, Maratua Siregar als Kakek Regar (64), warga Hataran Jawa I, Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Simalungun, terbukti mencabuli Dina (nama samaran-red) (15 tahun), pelajar  kelas 3 SMP.

Kakek Regar pun dituntut 13 tahun penjara, denda Rp 500 juta, subsider 6 bulan, di Pengadilan Negeri Simalungun, Rabu (17/7/2019).          

Menurut Jaksa Christianto SH, perbuatan itu dilakukan terdakwa pada Minggu dengan tanggal tak diingat lagi, dalam bulan April 2018, pukul 11.00 WIB, di dalam gubuk milik terdakwa, di Huta Marubun.

Pagi itu, terdakwa melihat korban sedang berjalan, lalu disapa oleh terdakwa, “mau pergi kemana?”.

Lalu korban menjawab, “mau mengarit makanan lembu”. Terdakwa menawarkan agar korban bersama terdakwa sama-sama ke ladang terdakwa mencari rumput.           

Tiba di gubuk milik terdakwa, korban diajak masuk dan mengunci pintu gubuk. Saat itulah, terdakwa mencabuli korban dan setelah puas dengan nafsu bejatnya, terdakwa memberi uang Rp 15 ribu ke korban dan mengatakan "Jangan kasi tau siapa-siapa ya". Lalu menyuruh korban pulang.              

Hasil visum No.4791/VI/UPM/III/2019 yang dibuat dan ditandatangani Dr Martha Sikitonga Sp.OG di RSU DR Djasamen Saragih Siantar, tanggal 23 Maret 2019, menyimpulkan selaput dara korban Dina, sudah tidak utuh lagi, diduga sudah dilalui benda tumpul. 

Jaksa mempersalahkan perbuatan terdakwa melanggar pasal 1 ke 1 yaitu pasal 81 ayat (2) UURI No 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 24 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.                 

 Secara lisan, terdakwa memohon agar hukumannya diringankan hakim. Untuk mendengar vonis, majelis hakim yang diketuai Novarina Manurung SH, didampingi hakim anggota, Hendrawan SH dan Aries Ginting SH, dibantu panitera Paringatan Saragih SH, sidang pun ditutup dan dibuka kembali pada Selasa, pekan depan.

Penulis: ay. Editor: gun.