Siantar, hetanews.com - Dua pejabat Dinas Kominfo Siantar, PS dan ATS telah ditetapkan tersangka kasus program Smart City Tahun 2017 oleh penyidik Kejari Siantar. Selain mereka, kejaksaan menyebut adanya kemungkinan tersangka lain dalam kasusnya.

Proyek Smart City menggunakan anggaran APBD-P Tahun 2017 diperkirakan mencapai Rp3 Miliar. Penyidik kejaksaan mengidentifikasi adanya kerugian negara mencapai Rp500 juta. Dalam proyek ini, PS yang juga Kadis Kominfo selaku Pengguna Anggaran sedangkan ATS sekretaris PS berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek.

"Karena itu (kerugian Rp500 juta) masih sampai saat ini ya. Ada kemungkinan kerugian ini akan bertambah ya karena adalah yang mereka yang harus buktikan, karena kalau gak bisa dibuktikan mungkin kemungkinan total loss sekitar 600-an juta. (Tersangka lain) ada kemumgkinan juga," kata Kasi Pidsus Dostom Hutabarat, Selasa (16/7/2019).

Baca juga: Kejari Siantar Tetapkan Kadis Kominfo dan Sekretaris Tersangka Korupsi Proyek Smart City

Dostom membeberkan program Smart City terbagi dalam beberapa bagian kegiatan seperti pengadaan viber optik, jaringan, radio link yang menggunakan bandwith. Dijelaskannya modus dugaan korupsi dengan cara pembayaran bandwith lebih dulu meski belum adanya jaringan terhubung di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).

"Jadi jaringan belum terhubung tapi sudah dibayarkan duluan bandwithnya. Bandwith ini dibayar selama 2 bulan dari November sampai Desember padahal jaringan di OPD-OPD ini tadi baru selesai Desember, jadi itu tidak terpakai. Jadi ada semacam pemborosan," katanya.

Hanya saja meski sudah ditetapkan tersangka, penyidik belum menahan PS dan ATS. Dostom menyampaikan pihaknya memberi kesempatan terhadap kedua tersangka untuk menyiapkan pengacara masing-masing.

"Saya rasa sih kita juga masih kasih kesempatan kepada yang bersangkutan dengan PH (pengacara). Kan kalo PH dari kita takut dikira pengkondisian atau apa segala macam. Jadi kita kasih kesempatan aja. Lagi pula masih ada Kadis juga kok. Kami kasih waktu minggu depan aja, tapi kami gak perlulah kasih tau tanggalnya ya," ujarnya.

Tonton video di bawah: