HETANEWS

Hendak Edarkan 98 Pil Ekstasi, Mahasiswi di Pekanbaru Diciduk Polisi

Mahasiswi pengedar narkoba

Pekanbaru, hetanews.com - Mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Pekanbaru, Emilka Oktavia alias Eka (22) ditangkap karena membawa 98 butir pil ekstasi. Pil itu hendak diedarkan kepada pemesannya di Pekanbaru.

Dia ditangkap bersama teman lelakinya. Saat transaksi dengan polisi yang menyamar sebagai pembeli ekstasi kepada mahasiswi berparas cantik tersebut.

"Dari tangan perempuan itu, petugas menyita 98 butir pil ekstasi yang diberikan kepada anggota kita saat melakukan penyamaran," ujar Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Budhianda Selasa (16/7).

Sementara, teman pria tersangka yang ditangkap tersebut bernama Kamal Ruzaman (26). Kamal merupakan warga asal Kabupaten Bengkalis, yang dikenal sebagai salah satu pintu masuk utama penyelundupan narkoba.

"Penangkapan tersebut, merupakan hasil penyelidikan selama epekan yang dilakukan Tim Polsek Tampan," ujar Budhia.

Penyelidikan dilakukan setelah polisi menerima informasi akan sepak terjang mahasiswi berkulit putih itu dalam peredaran narkoba. Setelah mengumpulkan bukti dan informasi, hingga akhirnya diputuskan berupaya mengungkap kasus itu melalui operasi penyamaran.

Polisi pun melakukan siasat, dengan berpura-pura sebagai salah satu konsumen dan Eka yang teperdaya dengan siasat polisi kemudian menyanggupi permintaan pembelian narkoba.

Eka dan polisi yang melakukan penyamaran bertemu di Jalan SM Amin, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Jumat (12/7) sekitar pukul 22.00 WIB. Pertemuan itu dilakukan Eka yang masuk ke dalam mobil polisi tengah melakukan penyamaran.

Dalam pertemuan itu, Eka yang tanpa curiga bakal menjadi transaksi terakhirnya menyerahkan 98 butir pil ekstasi terdiri dari 37 butir bewarna hijau, 41 merah dan 20 butir berwarna biru.

"Saat menyerahkan barang bukti itu, polisi langsung menangkap tersangka," katanya.

Kepada polisi, Eka mengaku memperoleh pil haram itu dari teman prianya, Kamal, yang pada saat penangkapan berlangsung tengah berada di dalam mobil Honda Brio merah BM 1443 NW, tidak jauh dari lokasi penangkapan.

Tak ingin buruannya kabur, polisi langsung mencari dan berhasil menangkap Kamal. Pria itu diduga kuat sebagai penyuplai barang haram itu kepada Eka. Keduanya mengaku ada seorang tersangka lainnya bernama Okta yang terlibat dalam jaringan itu.

"Saat ini, Okta telah ditetapkan sebagai buron sementara kedua tersangka diamankan di Mapolsek Tampan untuk proses penyelidikan dan hukum lebih lanjut," pungkas Budhia.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.