HETANEWS

Menanti Amnesti, Bertemu Raffi Ahmad, dan Mimpi Jokowi

Baiq Nuril saat Blak blakan

Jakarta, hetanews.com - Baiq Nuril Maqnun mengaku beban berat dalam memperjuangkan keadilan bagi dirinya sudah jauh berkurang. Presiden Joko Widodo (Jokowi)merespons dengan cepat surat permohonan amnesti yang diajukannya. Kini DPR tengah memprosesnya lebih lanjut sesuai undang-undang.

"Ibarat orang baru melahirkan sekarang saya sudah plong dan merasa lega sekali," kata Baiq diiringi senyum dan wajah berbinar. Ia bersama kuasa hukumnya, Widodo, memperkirakan keputusan penuh amnesti dari Presiden akan dikeluarkan 25 Juli mendatang.

Baiq merupakan korban pelecehan seksual yang justru divonis penjara oleh Mahkamah Agung karena perekaman yang danggap illegal. Pada Senin lalu, Baiq menyampaikan langsung surat permohonan amnesti kepada Presiden melalui Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko. Selain surat sepanjang tiga halaman, turut dilampirkan ratusan ribu dukungan dari masyarakat. "Kecuali yang terkait bahasa hukum, surat itu saya sendiri yang buat saat masih di Mataram dan di Jakarta," kata ibut tiga anak itu.

Usai menyampaikan surat, Baiq mengaku tak langsung meninggalkan kantor staf kepresidenan hingga Presiden Jokowi benar-benar mengajukan pertimbagan ke DPR. Sejak Selasa (16/7) pagi, dia memantau langsung persidangan di DPR yang antara lain membahas surat permohonan amnesti dirinya.

"Alhamdulillah semuanya mendukung, saya akan ikuti terus prosesnya di DPR," ujarnya.

Selain mengungkapkan lika-liku perjuangannya tersebut, Baiq rupanya masih memendam harapan lain. Sejak kasus ini mencuat, ia mengaku sudah empat kali mimpi bertemu Presiden Jokowi. Hanya saja dalam setiap mimpinya itu, Jokowi tak pernah berkata-kata. "Semoga kelak saya bisa benar-benar bertemu Bapak Jokowi," ujarnya.

Dengan malu-malu dia juga berharap bisa bertemu dengan pembawa acara kondang Raffi Ahmad. Ia mengaku ngefans berat terhadap Raffi, juga almarhum Olga Syahputra. "Anak bungsu saya beri nama paduan mereka, Lalu Muhammad Raffi Syahputra," kata Baiq.

Kalau terhadap para hakim dan kepala sekolah yang telah membuat hidupnya susah? Ia mengaku tak marah. Hanya saja Baiq meyakini, selain hukuman di dunia ada juga hukuman di akhirat.

sumber: detik.com

Editor: sella.