HETANEWS

Gagal dibangun, Ganti Rugi Proyek Tugu Sang Naualuh akan ditampung di P-APBD

Peletakan Batu Pertama: Pelaksanaan pemasangan batu pembangunan tugu Sang Naualuh Damanik di Lapanagan H.Adam Malik, pada Sabtu 10 November 2018, dihadiri oleh Walikota, ahli waris raja, Forkopimda dan Panitia . Peletakan batu pertama ini dibarengi dengan acara adat simalungun.

Siantar, hetanews.com – Setelah BPK RI Perwakilan SUMUT melakukan pemeriksaan terhadap proyek pembangunanan pelataran Tugu Sang Naualuh di Lapangan Adam Malik, kini Pemko Pematangsiantar disebut akan mengganti rugi biaya Proyek melalui P APBD 2019.

Plt Inspektorat, Eka Hendra mengatakan, pengembalian biaya proyek yang telah terpakai untuk pembangunan tahap pertama, yakni pelataran tugu dan sejumlah item yang telah dipersiapkan oleh pihak ketiga, dalam hal ini CV Askonas Konstruksi Utama, sampai saat belum dikembalikan oleh Dinas PUPR.

“Kalau sampai sekarang belum dikembalikan. Rencana pengembaliannya di P-APBD (Perubahan APBD) tahun 2019 ini,” kata Eka Hendra, ditemui diruang kerjanya, Selasa (16/7/2019).

Pemko Siantar melalui Dinas PUPR akan mengembalikan besaran biaya yang telah terpakai selama proses pembangunan ke pihak ketiga. Pengembalian kerugian akan dibayar melalui P-APBD 2019.

Pondasi pembangunan tugu Sang Naualuh di Lapangan H. Adam Malik, Sabtu 10 November 2018

“Sebenarnya kita sudah memberikan dana awalnya sekitar 30 persen, dan kemudian dilaksanakan lah pembangunan. Namun ternyata dihentikan (pembangunannya).

Kita juga telah melakukan pemeriksaan. Ternyata pihak rekanan ini sudah membeli barang barang keperluan tugu. Padahal itu gak digunakan karena pembangunan sudah diberhentikan. Jadi ada kerugian,”jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Pematangsiantar, Mangatas Silalahi yang dihubungi terpisah mengatakan, pengembalian besaran biaya terhadap pembangunan Tugu Sang Naualuh itu akan ditampung melalui P-APBD 2019. Hal itu kata dia sesuai dengan anjuran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Itu sudah hasil audit BPK. Di audit BPK itu disebutkan karena keteledoran Walikota maka jadi kerugian bagi kita sampai delapan ratus juta.

Nah Down Payment (DP) nya kan kemarin sudah diambil pemborong (Pihak ketiga). Barang sudah dipesan, mau gak gak mau diganti rugi lah itu, ditampung di P-APBD,” jelasnya.

Biaya yang dipakai untuk pembangunan tersebut bersumber dari APBD TA 2018 senilai Rp.1,7 Milyar. Bentuk fisik bangunan berupa pondasi sudah pun berdiri, sekitar 30 persen dari rancangan bangunan.

Acara peletakan batu pertama yang dilakukan secara bergantian. Mulai dari ahli waris, Walikota dan Forkopimda, Sabtu 10 November 2018.

Ketua Institute  Law And Justice (ILAJ) Fawer Full Fander Sihite mengatakan, dari hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Tahun 2018 tentang keuangan Pemko Siantar, dijelaskan bahwa pembangunan Tugu Sang Naualuh di Lapangan Adam Malik yang telah diberhentikan pembangunannya, mengakibatkan pemborosan anggaran.

"Didalam audit BPK pada tahun 2018 menyebutkan, akibat mangkraknya pembangunan Tugu Raja Sang Naualuh yang dibangun di Lapangan H. Adam Malik, terjadinya pemborosan anggaran sebesar Rp. 913.829.702,68. Itu disebut tidak memberikan manfaat kepada masyarakat," kata Fawer,

IILAJ menduga berhentinya pembangunan Tugu Raja Sang Nauwaluh, dikarenakan semula adanya kebijakan Walikota Hefriansyah memindahkan lokasi pembangunan tugu ke Lapangan Adam Malik. Padahal kesepakatan awal pembangunannya di Lapangan Merdeka atau dikenal Taman Bunga.

Oleh karena itu , ILAJ melalui surat No: 023/ILAJ-B/V/2019 yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pematangsiantar, melaporkan dugaan Kerugian Negera Atas berhentinya pembangunan tugu tersebut.

Baca juga: Tanggung Jawab Moral Wali Kota Siantar pada Etnis Simalungun

Penulis: gee. Editor: edo.