HETANEWS

Ahli Waris Eng Tjiang Seng Harus Kembalikan Ganti Rugi Tanah Pasar Sakti Rp. 3.766.824.000 ke Pemko Tebingtinggi

Pahala Sitorus serahkan surat kepada Wali Kota yang diterima Wakil Ketua DPRD, M Hazli Azhari, di ruang rapat, Selasa (16/7/2019). (Foto/WH)

Tebingtinggi, hetanews.com - Menanggapi surat kuasa ahli waris, Anwar Bey Munthe kepada Ketua DPRD Tebingtinggi, perihal status hukum tanah Pasar Sakti, tanggal 10 Juni 2019, lalu, Ketua Komisi-III, Pahala Sitorus, menyurati Wali Kota untuk  melakukan penagihan ganti rugi tanah Pasar Sakti.

Surat yang ditujukan kepada Wali Kota, yaitu nomor: 002/Kom-III/DPRD/2019 tanggal 16 Juli 2019, tentang “Permintaan Penagihan Ganti Rugi  Tanah Pasar Sakti”, sebagai konsekwensi pernyataan Masri Budiman dan Sastra Wijaya, selaku ahli waris Eng Tjiang Seng, yang menyatakan, bahwa tanah Pasar Sakti adalah miliknya, berdasarkan sertifikat hak pakai nomor 1 tahun 1969/ Bandar Sakti. Dan jika ada  yang menyatakan tanah itu miliknya, menurut bukti, maka mereka harus mengembalikan pembayaran ganti rugi kepada pemerintah, ucap Pahala, kepada hetanews.com, Selasa (16/7/2019)

"Keputusan Pengadilan Tinggi Medan nomor 78/Pdt/2003/TP-Mdn tanggal 14 April 2003 jo Putusan MA RI nomor 3331/K-Pdt/2003 tanggal 4 Mei 2005, memutuskan tanah seluas 22.350 M2 adalah sah milik Alm Mali dan atau ahli warisnya, Anwar B Munte, sehingga ahli waris, Eng Tjiang Seng harus mengembalikan pembayaran sebesar Rp. 3.766.824.000.- kepada Pemko Tebingtinggi. Surat yang saya tujukan kepada Wali Kota, sebagai bentuk tanggung jawab saya menerima tembusan surat yang ditujukan kepada Ketua DPRD,"terang Pahala.

Sesuai Pasal 82 PP nomor 12 tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tatib DPRD jo Pasal 97 ayat 1 Peraturan DPRD Tebingtinggi nomor 1 tahun 2019 tentang Tatib DPRD Kota Tebingtinggi, penyampaian usul anggota dewan kepada Wali Kota dalam rapat, disampaikan melalui pimpinan dewan, dan sudah saya serahkanyang  diterima  M.Hazli Azhari, Wakil Ketua DPRD, tutupnya.

Penulis: wh. Editor: gun.