HETANEWS

Marak Perburuan Gajah, Gadingnya Diambil Buat Mahar Pernikahan

Barang bukti gading gajah

Samarinda, hetanews.com - Warga Nunukan, DP (54), jadi tersangka penyelundupan 10 gading gajah dari Malaysia, ke Nunukan di Kalimantan Utara. Diduga marak perburuan gajah menyusul tingginya permintaan menjadikan gading gajah sebagai mahar pernikahan.

Dari keterangan tersangka kepada penyidik Balai Gakkum KLHK Kalimantan, banyak gading ditawarkan warga Malaysia seharga 9.400 ribu ringgit Malaysia, atau dengan harga satuan 1.800-3.000 ringgit per gading gajah. Warga setempat pun membelinya melalui penjualan dari pintu ke pintu.

"Dari pengakuan tersangka ya di NTT, gading gajah buat mahar pernikahan. Banyak yang pesan. Tersangka pun, ada ikatan keluarga dengan penjualnya di Lahat Datu," kata Kepala Balai Gakkum Wilayah Kalimantan Subhan, di kantornya, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Selasa (16/7).

Subhan menjelaskan di negara bagian Sabah Malaysia yang berbatasan Nunukan, masih banyak perburuan gajah. "Banyak, dan sangat mudah mendapatkan gading. Itu keterangan dari tersangka. Kami juga komunikasi dengan balai besar Gakku. Di NTT," ujar Subhan.

Sementara Amir Ma'ruf, dokter hewan dari Balai Gakkum Wilayah Kalimantan menambahkan, dilihat dari tekstur barang bukti gading yang disita, merupakan gading jenis Asia.

"Tapi, apakah ini gading dari gajah yang hidup dari Sumatera atau Borneo, perlu diteliti lebih jauh lagi. Dari 10 gading ini, kita perkirakan dari gajah usia 1-16 tahun," kata Amir.

"Mengambil gading, harus membunuh gajahnya. Itu tidak mudah, dan gajah pasti melawan. Jadi, dilihat dari tekstur gading yang sudah mengering dan tidak lagi berbau amis, gajah ini mati dibunuh sekitar setahun yang lalu," demikian Amir.

Diketahui, petugas Bea Cukai Nunukan menangkap seorang warga Nunukan di Kalimantan Utara, DP (54), Selasa (9/7). Dia terdeteksi X-Ray di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, menyelundupkan 10 potong gading gajah dari Lahat Datu, Sabah, Malaysia ke Nunukan, yang disimpannya di dalam drum. DP kemudian diserahkan ke Balai Gakkum KLHK untuk proses hukum lebih lanjut. 

sumber: merdeka.com

Editor: sella.