HETANEWS

Ombudsman Sebut Maladministrasi Tak Hanya Pada Pengawal Tahanan Idrus

Idrus Marham. (foto/Ari Saputra)

Jakarta, hetanews.com - KPK memecat pengawal tahanan yang bertugas mengawal Idrus Marham ke RS MMC Jakarta beberapa waktu lalu. Meski KPK telah memberi sanksi, Ombudsman, tetap menyerahkan laporan akhir hasil pemeriksaan (LAHP) terkait maladministrasi yang mereka temukan.

"LAHP ini akan tetap kami serahkan sebagaimana amanat UU dan akan kami monitor pelaksaannya selama 30 hari ke depan," kata Ketua Ombudsman Perwakilan Jakarta, Teguh Nugroho, Selasa (16/7/2019).

Alasannya, maladministrasi yang ditemukan Ombudsman bukan hanya terkait pengawal tahanan yang telah diberi sanksi saja. Teguh menyebut LAHP ini juga berisi tindakan korektif bagi KPK.

"Karena maladminitrasinya tidak hanya dilakukan waltah (Pengawal Tahanan) yang diberikan sanksi oleh KPK saja. Tapi beberapa pihak lainnya dan termasuk tindakan korektif untuk perbaikan ke depannya supaya hal itu tidak terjadi lagi," ucapnya.

Teguh mengatakan Ombudsman bakal memaparkan semua hasil temuan dan tindakan korektif terkait permasalahan pengawalan Idrus hari ini. Dia menyebut telah memanggil pimpinan KPK, tapi tak ada yang hadir.

"Kami mengundang pimpinan KPK pada tanggal 9 Juli 2019 tapi yang datang hanya staf bagian hukum. Jadi kami anggap pimpinan KPK tidak bersedia memanfaatkan hak jawab terkait temuan kami dan hari ini, kami jadwalkan LAHP akan diserahkan kepada pimpinan KPK. Namun, KPK membatalkan penyerahan LAHP ini karena kami menyiapkan press conference pasca penyerahan LAHP," ujarnya.

Ombudsman sebelumnya menyimpulkan adanya maladministrasi dalam pengawalan Idrus Marham ketika berobat ke RS MMC, Jakarta. Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 21 Juni 2019, ketika Idrus berada di RS MMC, Jakarta. 

Izin berobat Idrus itu didapatnya dari penetapan Pengadilan Tinggi Jakarta pada 21 Juni 2019. Idrus didapati berada di kawasan coffee shop RS MMC Jakarta selepas salat Jumat yang, menurut Ombudsman, tidak ada lagi tindakan medis yang dilakukan pada Idrus pada saat itu.

Ombudsman juga menunjukkan rekaman CCTV yang memperlihatkan kegiatan Idrus selama di kawasan RS MMC, termasuk dalam coffee shop. Idrus terlihat tidak menggunakan rompi tahan dan borgol serta tampak menggunakan ponsel milik seseorang saat berada di coffee shop.

Idrus juga terlihat mengobrol dengan sejumlah orang. Ada juga rentang waktu saat pengawal tahanan tidak berada di dekat Idrus ketika di coffee shop.

Terbaru, KPK menyatakan telah memberi sanksi berat kepada pengawal tahanan yang bertugas mengawal Idrus ke RS pada 21 Juni 2019. Pemecatan dilakukan karena pelanggaran disiplin.

"Pimpinan memutuskan Saudara M pengawal tahanan tersebut diberhentikan dengan tidak hormat karena terbukti melakukan pelanggaran disiplin sebagaimana yang diatur di Peraturan tentang Kode Etik KPK dan aturan lain yang terkait," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Selasa (16/7).

sumber: detik.com

Editor: sella.