HETANEWS

Kapal Patroli Satpolair Polres Tanjungbalai Kejar- kejaran dengan Kapal Pembawa Narkoba! Tiga Orang Diduga Pelaku Terjun ke Sungai

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai saat memberikan keterangannya dalam pres release, di Mako Satpolair Tanjungbalai. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Terbuai dengan penghasilan yang menjanjikan, membuat seseorang nekad menceburkan diri dalam jaringan narkoba internasional.

Hal itulah yang dilakukan Supian Hadi  (46),  warga jalan Jenaha,  Kelurahan  Pematang Pasir, Kecamatan  Teluk Nibung, Tanjungbalai.

Tersangka diamankan Satuan Polisi Perairan (Satpolair)  Polres Tanjungbalai, karena kedapatan membawa ribuan butir pil ekstasi dan sabu - sabu.

Hal ini dikatakan Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai, dalam konfrensi pers yang diadakan di Mako Satpolair,  di jalan Asahan, pada Senin (15/7/2019).

Dijelaskan, pada Sabtu (13/7/2019), lalu, sekira pukul 12.30 WIB, petugas Satpolair mendapat informasi, bahwa ada sebuah kapal motor yang membawa masuk narkoba dalam jumlah besar.

Tersangka diapit petugas bersenjata laras panjang. (foto/ferry)

Mendapat informasi yang berharga tersebut, dengan menggunakan Kapal Patroli KP II -1023 dan bersenjata laras panjang,  personil Satpolair melakukan penyisiran dan pemeriksaan terhadap Kapal- kapal Motor yang melintas, di perairan sungai Asahan.

Kecurigaan petugas terhadap sebuah Kapal Motor KM Hati M Jaya yang agak berbeda dengan Kapal - kapal yang tidak seperti biasanya.

"Di sekeliling kapal tersebut terdapat beberapa tempat  bola lampu penerangan,  namun anehnya tidak terdapat  bola lampu di tempat itu. Sementara kalau Kapal Cumi harus mempunyai lampu penerangan yang cukup,"ucap Kapolres.

Saat tiba di lokasi, tepatnya di depan kedai terapung milik Pak Duan, di Desa Sei Apung Perairan Sei Asahan, Kabupaten Asahan,  Kapal Motor tersebut tancap gas  saat akan dihampiri.

Dalam pengejaran tersebut,  tiga orang yang berada di dalam Kapal Motor tersebut terjun kedalam sungai dan melarikan diri ke dalam hutan bakau,  namun petugas berhasil meringkus nakhoda kapal.

Tersangka Supian Hadi  saat diringkus oleh petugas Satpolair Polres Tanjungbalai dari sebuah Kapal Motor KM Hati M  Jaya. (foto/ferry)

Dari hasil pemeriksaan di atas kapal tersebut,  terdapat sebuah kotak fiber plastik berwarna merah yang di dalamnya terdapat beberapa bungkusan narkoba dari berbagai jenis.

“Sabu - sabu seberat 9,6 kilogram dan 9820 butir pil ekstasi berwarna hijau dan merah jambu diamankan petugas, “kata Kapolres.

Petugas juga menyita 5 unit handphone milik tersangka dan hal ini diakui oleh tersangka Supian Hadi  saat ditanya Kapolres, AKBP Irfan Rifai dalam press release tersebut.

Menurut tersangka,  teman - temannya yang melarikan diri tersebut berinisial D, U dan F.

Dari keterangan tersangka, dirinya akan mendapat upah Rp10 juta, apabila berhasil membawa barang haram itu masuk dan dia disuruh oleh tersangka D (DPO)  yang merupakan kordinator dalam sindikat narkoba jaringan internasional ini.

Menurut Kapolres, petugas yang melakukan penggrebekan di rumah kordinator ini (D,red) ,tidak berhasil ditemukan dan malah rumah tersebut kosong.

Anak dan istrinya pun tidak ada di rumah itu dan diduga ikut melarikan diri, ucap Kapolres.

Penulis: ferry. Editor: gun.