HETANEWS

Disinggung Soal Catatan Aliran Dana Pasca OTT di BPKD Siantar, Kabid Humas Polda Sumut: Masih Penyelidikan

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

Siantar, hetanews.com - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) melalui Unit 4 Subdit lll Tipidkor Ditreskrimsus, terus melakukan penyelidikan pasca melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kasus tindak pidana korupsi, terkait pungli atas pemotongan pemberian uang intensif pemungutan pajak daerah milik pegawai Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Pematangsiantar.

Hal itu dikatakan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan saat dihubungi hetanews.com, Senin (15/7/2019), guna menanyakan perkembangan kasus OTT, di Kantor BPKD Kota Siantar.

Saat disinggung, apakah ada ditemukan cacatan kertas tentang aliran dana yang didapat dari bendara, EZ yang kini telah ditetapkan menjadi tersangka bersama AP, Kepala BPKD Kota Suantar? Tatan mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidilkan.

"Masih penyelidikan itu, dan sudah ada tersangka," pungkasnya saat dihubungi.

Diberitakan sebelumnya, Unit 4 Subdit lll Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumut, pada Kamis (11/7/2019), sekira pukul 16.30 WIB, melakukan OTT, pada Kantor BPKD Siantar,  di Jalan Merdeka No. 8.

Dalam OTT tersebut, personel Polda Sumut yang mengenakan rompi bertuliskan Tipikor, berhasil mengamankan tiga orang yakni, M D Lumban Tobing, selaku tenaga harian lepas (THL),  Lidia Ningsih, Staf Bidang Pendapatan 2 dan Erni Zendrato, bendahara pengeluaran BPKD Siantar.

Adapun yang di OTT yakni, kasus pemotongan pemberian uang intensif pemungutan pajak daerah milik pegawai BPKD Siantar, sebesar 15 persen dari uang yang diterima pegawai tersebut,  Triwulan II Tahun 2019.

Sebelum kembali ke Polda Sumut, personel juga membawa barang bukti, dan uang sebesar Rp. 186 juta. Selain itu juga, personel Tipikor mengamankan 16 orang saksi.

Penulis: hza. Editor: gun.