HETANEWS

Mungkinkah BPKD Bergerak Sendiri Atau Ada Menggerakkan?

OTT Polda Sumut Di Kantor BPKD Siantar beberapa waktu lalu.

Siantar, hetanews.com OT- Poldasu telah menetapkan 2 orang tersangka pasca mereka melakukan Oprasi Tangkap Tangan (OTT) di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BKD), apakah masih ada tersangka lainnya?, atau berhentikah sampai di KabanPKD?.

Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Ketua DPC Kongres Advokat Indonesia (KAI) Kota Siantar Azman Sidauruk, Senin (15/07/2019), dia berharap agar Poldasu membongkar kasus OTT tersebut sampai ke akar-akarnya.

"Kita berharap agar Poldasu tetap konsisten membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya, agar tercipta pemerintahan yang bersih di Kota Siantar,"harapnya.

Menurut Azman berdasarkan Peraturan Walikota (Perwal) Kota Siantar nomor 02 Tahun 2017 tentang kedudukan, susunan organisasi, tugas fungsi, serta tata kerja sekertariat Kota, Seketariat Dewan, dan Staff ahli walikota Siantar, bahwa BPKD berkordinasi dengan Assisten II ekonomi dan pembangunan.

"apakah dugaan pungli atas pemotongan pemberian upah pungut pajak kemarin itu diketahui oleh assisten II yang dijabat oleh Zainal Siahaan selaku pimpinan tertinggi kordinasi Kepala BPKD, berdasarkan perwal tadi?," sebutnya.

Karena menurut Asdman seperti yang terjadi kepada Bendahara BPKD, mereka berdasarkan perintah dari atasan, mungkin saja Kata Asdman yang dilakukan oleh BPKD juga berdasarkan kordinasi dari tingkat yang tertinggi.

"Bisa jadikan, tapi itukan masih dugaan kita, melihat perwal tadi,"ucapnya.

Asdman tetap berharap agar Poldasu tetap konsisten dalam membersihkan praktek-praktek KKN dalam bentuk Pungli di Kota Siantar.

" Ayo Poldasu kami percaya bisa mengungkap kasus ini sampai ke akar-akarnya, dan membersihkan Siantar dari praktek KKN dan Pungli,"sebutnya mendukung kinerja Poldasu.

Penulis: tom. Editor: tom.