HETANEWS

Bongkar Aliran Dana, Polri Telusuri Struktur Baru Jamaah Islamiyah

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (

Jakarta, hetanews.com - Polri hingga saat ini masih terus menulusuri struktur baru kelompok terduga teroris Jamaah Islamiyah (JI) setelah ditinggal pemimpinnya, PW. Diakui, JI saat ini memiliki struktur yang lebih rapi, kuat dengan basis ekonomi yang terbilang mapan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan, PW sebelum ditangkap telah mengembangkan JI menjadi kelompok yang rapih, secara struktur dan pendanaan.

"Polri sedang mendalami dan memeriksa para tersangka yang sudah ditangkap guna mengetahui struktur barunya," katanya, Senin (15/7/2019).

Dedi menuturkan, JI kini memiliki struktur jabatan seperti deputi umum dan bendahara dengan pola pergerakan menyiapkan strategi dengan membuat penguasaan wilayah. JI juga telah membentuk organisasi yang lebih modern dengan mudah mencari pemilik dana atau basis ekonomi yang kuat.

Penguasaan ekonominya, menurut mantan kepala Bagian Mutasi Jabatan Biro Pembinaan Karier (kabag Mutjab Robinkar) SSDM Polri ini, berada di pulau Jawa dan didukung usaha di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pelacakan struktur organisasi baru JI serta anggotanya, Dedi menyakini, dapat membuka jalan. Seperti, pola organisasi akan terpetakan dan aliran dana dapat terdeteksi, terlebih jika semua deputi JI berhasil ditangkap. Dari situ akan diketahui semua aliran dana, dari mana dan ke mana.

"Nanti dilihat dana yang sudah dihimpun berapa kemudian disalurkan kemana-mana saja," ujar wakapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini.

Jika nantinya telah mengetahui struktur baru yang dimiliki dan membongkar semua aliran dana yang dimiliki JI, Dedi mengungkapkan, langkah selanjutnya adalah melakukan pemetaan dan mengidentifikasi serta menganalisis profil para anggota yang terlibat.

"Terus melakukan mapping dan profiling para anggota-anggota organisasi JI serta melakukan preventif strike berdasarkan UU No 5 tahun 2018 guna memitigasi dan cegah dini aksi teror maupun perkembangan organ tersebut," tuturnya.

sumber: inews.id

Editor: sella.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.