HETANEWS

Antar Mayat Siang Bolong, Curhatan Driver Taksi Online Awal Dapat Order, Berikut Fakta di Baliknya

Driver taksi online yang diminta bawa mayat namun hanya dibayar sesuai Argo. (FB Paichan/Ahmad Syihabuddin)

Jakarta, hetanews.com - Antar Mayat Siang Bolong, Curhatan Driver Taksi Online Awal Dapat Order, Berikut Fakta di Baliknya:

Viral di media sosial, seorang driver taksi online mendapatkan orderan mengantar jenazah siang bolong. Kisah viral tersebut dibagikan melalui akun media sosial Facebook bernama Paichan ke grup Sahabat Grab Jakarta Sabtu (13/7/2019).

Dalam keterangannya, ia mengaku mendapatkan orderan dari sebuah pabrik yang ada di kawasan Sentul, Bogor Jawa Barat.

Ia kemudian diminta untuk membawa mayat tersebut ke Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong.

Dalam unggahannya pula, ia menceritakan kronologi mendapatkan orderan tersebut. "Tahu kah paman.. hari ini saya bawa mayat ke rs. sentra medika cibinong... demi grab, uang dan pahala, ceritanya ada order masuk dr pt prista sentul, mobil disuruh mundur,

Saya pikir ini bawa bos pabrik yg takut panas, atau bawa barang, saya tanya aman satpam, bawa barang apa orang dijawablah bawa orang pak.... ok... saya jawab.

Dan gak mungkin dong saya tanya org sakit atau orang mati, karena posisi jemput di pabrik dan siang hari.

Begitu keluar ternyata digotong sudah ditutupi kain. Sempat bingung masukinnya. Dalam benak saya yang utama membantu, semoga bisa tertolong,tetapi saat kain tersingkap wajah orangnya sudah pucat mulut rapat, wah mayat ini dalam hati,

Apakah saya dapat pahala ya paman?

Boleh tidak seandainya minta harga sewa seperti ambulan? Tetapi tadi saya menerima sesuai tarip 40K

Selama di online 2 kali saya bawa orang yang beginian

1. 4 bulan lalu bawa orang sakaratul maut
2. tadi siang ini.. malah mayat," tulis akun Paichan dalam unggahannya.

Nama rumah sakit dicatut dalam cerita viral tersebut, Direktur Utama (Dirut) RS Sentra Medika Cibinong, Bogor, Lanjar, angkat bicara.

Lanjar menuturkan bahwa tidak ada catatan jenazah yang diantarkan menggunakan taksi online.

Ia menjelaskan bahwa Senin (8/7/2019) sampai dengan Jumat (12/7/2019), hanya ada dua jenazah yang diantarkan ke rumah sakit Sentra Medika dalam keadaan kritis dan kemudian meninggal begitu sampai di rumah sakit.

"Kalau yang kemarin itu dari Citeureup ibu rumah tangga 72 tahun, kalau yang laki-laki usia 56 dari perusahaan tapi hari Senin kejadiannya, dan dibawa dari rumah oleh temannya," kata Lanjar, Sabtu (13/7/2019).

"Kalau diriwayatnya itu diantar temannya karena dua hari tidak masuk kerja, disusul ke kosnya dibawa ke RS ternyata sudah meninggal, gitu ceritanya yang hari Senin itu," sambung Lanjar.

Lanjar menegaskan bahwa tidak ada pengantaran jenazah sesuai yang ada dalam cerita viral tersebut. "Yang kemarin itu memang ada dan itu diantar keluarganya langsung, jadi enggak ada itu dari PT mana, jadi enggak sesuai juga dengan yang viral itu," ujar Lanjar.

"Jadi, kami memang enggak nerima mayat dari ojek online dan bisa ditanya ojek online-nya, diinvestigasi, karena identitasnya pasti ada, apalagi sudah jadi mayat," tambahnya.

Sementara itu, Polsek Babakan Madang, Kabupaten Bogor mengaku sudah melakukan penyelidikan terkait cerota viral itu.

"Kami sedang koordinasi tentang nomor HP yang bisa dikonfirmasi sopir itu untuk dimintai keterangan lebih dalam, untuk diperdalam konfirmasinya apakah betul atau hoaks," kata Kapolsek Babakan Madang, Kompol Wawan Wahyudin, Sabtu (13/7/2019).

Pihaknya juga sudah melakukan penelusuran ke lokasi titik penjemputan yang dituliskan dalam cerita viral tersebut. "Langkah-langkah kami adalah koordinasi dengan polsek lain untuk mencari alamat (pabrik) tersebut," terang dia.

Kompol Wawan kemudian menjelaskan bahwa jika memang benar orderan tersebut ada, sebaiknya tidak langsung diterima, lantaran tidak sewajarnya mobil biasa mengantar mayat.

"Seharusnya tidak seperti itu karena ada ambulans, kalau dia tahu itu mayat, kenapa dia mau dan kalau ada kecurigaan begitu lapor kepolisian bagusnya, idealnya begitu seorang driver," ujar Kompol Wawan.

Di sisi lain, Camat Babakn Madang, Yudi Santoso mengaku bahwa tidak ada nama pabrik seperti yang tertulis dalam kisah viral itu.

"Untuk PT Prista Sentul tidak ada di kawasan industri Sentul mau pun di luarnya, tadi sudah nyari sama Babinsa, Babinmas, juga tidak ada," kata Yudi, Sabtu (13/7/2019).

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.