HETANEWS

Ida Fitri Pemilik Akun Aida Konveksi Diperiksa, Posting Gambar Mumi dengan Wajah Diedit Mirip Jokowi

Ida Fitri usai menjalani pemeriksaan di Polres Blitar Kota (kiri) dan postingan yang dibangikan di Facebook yang diusut kepolisian. (insert) 

Blitar, hetanews.com - Perempuan bernama Ida Fitri yang merupakan pemilik Akun Facebook Aida Konveksi diperiksa polisi, setelah memposting gambar mumi dengan wajah diedit mirip Presiden Jokowi.

Ida Fitri mengakui perbuatannya, namun menyebut ia hanya membagikan postingan, bukan ia yang membuat gambar mumi dengan wajah diedit mirip Jokowi tersebut.

Hal itu dia sampaikan usai diperiksa polisi di Polres Blitar Kota, Sabtu (6/7/2019) sore. Pemeriksaan kepada Ida Fitri pemilik akun Aida Konveksi ini merupakan pemeriksaan lanjutan untuk melengkapi berkas penyidikan kasus tersebut.

Ida Fitri menemui penyidik Satreskrim Polres Blitar Kota dengan mengenakan busana muslim warna hitam dipadu dengan jilbab warna ungu cerah.

Tangan kanan Ida terlihat memegang tasbih. Ia didampingi pengacaranya saat menjalani pemeriksaan, dan juga saat meninggalkan Polres Blitar Kota.

Sambil berjalan meninggalkan Polres Blitar, Ida sempat menjawab pertanyaan wartawan yang menunggunya di halaman Polres Blitar Kota.

Ida mengatakan meminta maaf kepada masyarakat. Dia tidak menyangka postingan gambar yang dibagikan lewat akun Facebook membuat masyarakat resah.

"Saya minta maaf kepada publik. Saya tidak menyangka postingan itu membuat masyarakat resah," kata Ida.

Ia mengaku spontan saja membagikan postingan gambar mumi yang dibagian wajah diedit dengan foto mirip Presiden RI Joko Widodo.

Di postingan tersebut ada tambahan keterangan 'The New Firaun'. Selain gambar itu, dia juga membagikan foto orang mengenakan pakaian hakim yang dibagian wajahnya diedit kepala anjing.

Di foto kedua ini ada keterangan 'iblis berwajah anjing'. "Saya spontan membagikan postingan itu. Postingan itu muncul di beranda Facebook saya dan langsung saya bagikan," ujarnya.

Ida mengatakan menyerahkan proses hukum kasus itu ke polisi. Ida Fitri berjanji akan kooperatif menghadapi kasus itu.

"Kalau soal proses hukum silahkan tanya ke pengacara saya," katanya.

Pengacara Ida, Oyik Rudi Hidayat SH mengatakan, dalam pemeriksaan itu kliennya ditanya terkait postingan gambar di akun Facebooknya.

Polisi menanyakan postingan itu didapat dari mana. "Klien saya menjawab kalau postingan itu muncul di beranda Facebooknya dan langsung dibagikan," katanya.

Dikatakannya, sekitar 10 menit setelah membagikan postingan itu, banyak warganet yang mengirim komentar di akun Facebook kliennya.

Sebagian warganet memperingatkan Ida Fitri dan sebagian lagi membully postingan yang dibagikan itu. Setelah mengetahui respons dari warganet, Ida Fitri langsung menghapus postingan itu di berandanya.

Tak lama kemudian, tiba-tiba akun Facebook kliennya hilang. "Klien saya tidak tahu kenapa tiba-tiba akun Facebooknya hilang. Dia mengira akun Facebooknya dihapus oleh Kominfo," ujar Oyik.

Menurutnya, motif kliennya membagikan kembali postingan gambar itu karena dianggap artistik. Niat kliennya membagikan postingan gambar itu hanya untuk koleksi di beranda akun Facebooknya. Kliennya tidak punya niat lain selain itu.

"Dia mengaku banyak mengoleksi gambar-gambar seperti itu. Dia melihat gambar itu sebagai keindahan dan seni," katanya.

Soal gambar mumi yang dibagian wajah diedit dengan foto mirip Presiden RI Joko Widodo, kata Oyik, kliennya tidak tahu.

Menurut Oyik, yang menganggap foto wajah di gambar mumi mirip dengan Presiden RI justru warganet. "Apakah foto wajah itu mirip dengan Jokowi atau tidak itu nanti akan dibuktikan," ujarnya.

Informasi yang diperoleh, Ida Fitri tiba di Polres Blitar Kota sekitar pukul 11.00 WIB. Ida Fitri merupakan perempuan asal Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar.

Pengusaha konveksi dan butik Aida Syar'i itu menjalani pemeriksaan hampir lima jam. Ibu dua anak tersebut mulai masuk ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Blitar Kota sekitar pukul 11.00 WIB dan keluar sekitar pukul 16.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan, pemeriksaan terhadap Ida ini untuk melengkapi berkas penyidikan kasus itu.

Polisi sudah meningkatkan kasus itu dari penyelidikan ke penyidikan. Selain Ida, polisi juga memeriksa dua saksi lagi. "Hari ini ada tiga saksi yang kami periksa. Yaitu, terlapor (Ida), suaminya (Ida), dan ketua KPU Blitar. Pemeriksaan ini untuk melengkapi berkas penyidikan," katanya.


 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.