HETANEWS

Tersangka Bantah Lakukan Korupsi, Kasat Reskrim Polres Siantar Ungkap Hal Ini

Chasil Pelawi, terduga kasus korupsi saat dipaparkan dalam konfrensi pers, di Polres Siantar, Kamis (11/7/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com – Meski sudah menyandang status tersangka, Chasils Pelawi, mantan Kepala Bidang (Kabid) Kesra Disnaker Siantar, membantah telah melakukan korupsi.

Hal itu disampaikannya lewat kuasa hukumnya, yakni Astra Putra Surbakti.

Kata Astra, ada beberapa hal yang perlu sampaikan, berdasarkan keterangan dari kliennya itu (Chasils Pelawi,red).

"Terkait kasus ini sangat merugikan dan mencoreng nama baik klien kami. Bahwa klien saya (Chasils Pelawi) tidak ada melakukan pemotongan dana kelompok usaha bersama (KUBE) seperti yang disangkakan," ujar Astra Putra Surbakti.

Selain itu juga, dalam kasus ini menyayangkan pihak Kepolisian dan penyidik yang terlalu memaksakan stasus tersangka yang telah melakukan penahanan terhap Chasils Pelawi, terhitung sejak tanggal 6 Juli 2019.

Terkait adanya bantahan tersebut, Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Demak Ompusunggu yang dikonfirmasi meyampaikan, pihaknya menyarankan pengacara dari Chasils Pelawi, boleh melakukan pembelaan di persidangan.

"Pengacara (Chasils Pelawi ), boleh melakukan pembelaan di persidangan," ujar Kasat Reskrim, Jumat (12/7/2019).

Sebelumnya diberitakan, Polres Siantar menggelar konfrensi pers terkait kasus dugaan korupsi penyaluran dana Kelompok Usaha Bersama (Kube) tahun 2013 sebesar Rp 399 juta, Kamis (11/7/2019).

Baca juga: Diduga Korupsi Dana KUBE, Polres Siantar Tetapkan Mantan Kabid Dinsosnaker jadi Tersangka

Dalam konfrensi tersebut, mantan Kabid Kesra Dinsosnaker Pemko Pematangsiantar, Chasil Pelawi, ditetapkan tersangka oleh Polres Pematangsiantar.

Kapolres Siantar, AKBP Heribertus Ompusunggu saat memimpin konfrensi pers tersebut, Kamis (11/7/2019) sore, menyampaikan, penetapan Chasil Pelawi sebagai tersangka, setelah adanya laporan dari masyarakat, dan ditingkatkan menjadi penyidikan kelengkapan berkas sesuai laporan polisi: LP/354/VII/2015/Reskrim, tanggal 23 Juli 2015.

Tersangka melakukan pemungutan sebesar Rp 9 dan 10 juta setiap kelompok (KUBE) terkait penyaluran dana dari 20 KUBE  yang mendapatkan dana bantuan Kementerian Sosial RI sebesar Rp 20 juta setiap kelompok, melalui rekening Bank Sumut, di Jalan Merdeka Pematangsiantar.

Diterangkan Heribertus, Chasil Pelawi terlibat korupsi penyaluran dana KUBE tahun 2013 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 399 juta, sesuai keterangan ahli Badan Pemeriksa Keuangan Pusat (BPKP) perwakilan Sumut setelah dilaporkan tahun 2015 lalu.

Lanjut Heribertus, peruntukan penyaluran dana KUBE, sesuai aturan disalurkan untuk 20 kelompok dengan peraturan pemberdayaan sosial dan kemiskinan No 130/DYS-P.2/KPTS/03/2013 tentang pedoman pelaksanaan Kube diterima setiap KUBE sebesar Rp 20 juta.

"Dari hasil penyidikan petugas yang didasari empat alat bukti yakni saksi, ahli, surat dan petunjuk, penetapan tersangka telah menemui unsur sesuai ketentuan berlaku. Barang bukti berupa uang sebesar Rp11 juta turut disita dari mantan Kabid Kesra Dinsosnaker itu," terangnya.

Atas perbuatannya, kata Kapolres, Chasil Pelawi  melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 UU RI No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi. Tersangka melanggar Pasal 2 dengan ancaman hukuman paling singkat selama 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara dan denda paling sikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Tersangka turut melanggar pasal 3, dengan ancaman paling singkat satu tahun dan paling lama 20 tahun penjara dan denda sebesar Rp50 juta dan paling banyak sebesar Rp1 miliar.

Penulis: hza. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.