HETANEWS

Saat OTT di Kantor BPKD, Asisten I: Walikota Sedang Tugas Luar Kota

Foto: Asisten I, Leonardo Simanjuntak (kanan) dan Hamam Sholeh (tengah) saat diwawancarai oleh awak media di kantor BPKD, Jumat 12 Juli 2019

Siantar, hetanews.com- Asisten I Pemko Pematangsiantar, Leonardo Simanjuntak, meninjau kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), pasca OTT Unit 4 Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda SUMUT, Kamis kemarin.

Kedatangan Asisten I ke kantor BPKD didampingi oleh Kabag Humas Protokoler, Hamam Sholeh, Jumat (12/7/2019) siang sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka meninjau beberapa ruangan yang disegel polisi.

Kepada sejumlah awak media dilokasi, Leonardo Simanjuntak sebagai perwakilan Pemko Pematangsiantar mengatakan, saat peristiwa itu Walikota Hefriansyah, Wakil Walikota dan Sekda sedang berada di luar kota.

"Secara kebetulan, Pak Walikota berada di luar kota. Iya ketiganya. Saat ini Kabag Hukum yang kita tugaskan kesana (Mapolda) untuk pendampingan, biar Kabag Hukum yang melaporkan perkembangan kepada pimpinan," katanya kepada wartawan. 

Kabag Humas Protokoler menambahkan, keberadaan Walikota Hefriansyah memang  sedang berada di luar kota saat peristiwa itu berlangsung.

"Memang ada tugas luar kota. Kemarin kan ada agenda, jadi ada pertemuan di rumah dinas wakil presiden," ucap Hamam menambahkan.

Disinggung mengenai bagaimana pendapat Walikota setelah mengetahui adanya OTT di Kantor BPKD pada Kamis kemarin, Sholeh mengatakan pihaknya pasti melaporkan itu.

"Kami pasti laporkan perkembangannya. Mungkin diinternal dulu kami bahas, seperti apa nantinya," katanya.



Foto: Suasana ruangan pembayaran PBB di kantor BPKD, Kota Pematangsiantar, pasca OTT, Jumat 12 Juli 2019.
 

Saat OTT tersebut berlangsung, Kepala Badan (Kaban) BPKD, Adiaksa Purba juga sedang berada di luar kota. Adiaksa, kata Leonardo, sedang mengikuti diklat pimpinan di Jakarta. 

Komunikasi antara Kepada BPKD dengan Pemko Siantar, sambung Leonardo, belum dilakukan karena Adiaksa masih dalam urusan diklat. 

Sementara, belasan pegawai BPKD yang dibonyong ke Mapolda setelah OTT tersebut, kata Leonardo, masih belum diketahui kabarnya. Kemungkinan masih diperiksa Mapolda SUMUT.

"Belum ada kita terima informasi dari mereka. Kita tunggu aja nanti dari Kabag Hukum. Kabag Hukum yang ditugasi disana," pungkasnya.

Dari hasil OTT yang dilakukan oleh personil kepolisian selama lebih dari 5 jam, diamankan 3 orang yang diduga kuat sebagai tersangka. Ketiganya ialah, TL selaku tenaga harian lepas, LN selaku staff bidang pendapatan II, dan EZ selaku bendahara pengeluaran BPKD.

Selain tiga orang tersebut, turut diamankan 16 orang pegawai BPKD yang dijadikan sebagai saksi, serta barang bukti senilai Rp.186 Juta beserta dokumen BPKD, dibawa petugas ke Mapolda SUMUT. 

Hinggga saat ini, Kaban BPKD Pematangsiantar, Adiaksa Purba belum berhasil diwawancarai terkait OTT yang baru terjadi di OPD yang dipimpinnya.

Baca juga: Pasca OTT di Kantor BPKD, Ruangan Kaban Disegel

Penulis: gee. Editor: edo.