HETANEWS

Diduga Korupsi Dana KUBE, Polres Siantar Tetapkan Mantan Kabid Dinsosnaker jadi Tersangka

Chasil Pelawi terduga kasus korupsi saat dipaparkan dalam konfrensi pers, di Polres Siantar, Kamis (11/7/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Polres Siantar menggelar konfrensi pers, terkait kasus dugaan korupsi penyaluran dana Kelompok Usaha Bersama (KUBE) tahun 2013 lalu, sebesar Rp 399 juta, Kamis (11/7/2019).

Dalam konfrensi tersebut, mantan Kepala Bidang  Kesejahteraan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Kabid Kesra Dinsosnaker) Pemko Pematangsiantar, Chasil Pelawi,  ditetapkan tersangka oleh Polres Pematangsiantar.

Kapolres Siantar AKBP Heribertus Ompusunggu saat memimpin konfrensi pers tersebut, Kamis (11/7/2019) sore, menyampaikan, penetapan terhadap Chasil Pelawi, setelah adanya laporan dari masyarakat yang lalu ditingkatkan menjadi penyidikan kelengkapan berkas sesuai laporan polisi: LP/354/VII/2015/Reskrim, tanggal 23 Juli 2015.

Tersangka melakukan pemungutan sebesar Rp 9 dan 10 juta setiap kelompok (KUBE), terkait penyaluran dana dari 20 KUBE yang mendapatkan dana bantuan Kementerian Sosial RI sebesar Rp 20 juta setiap KUBE melalui rekening Bank Sumut, di Jalan Merdeka Pematangsiantar.

Diterangkan Heribertus, Chasil Pelawi, terlibat korupsi penyaluran dana KUBE tahun 2013 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 399 juta, sesuai keterangan ahli Badan Pemeriksa Keuangan  (BPK) perwakilan Sumut setelah dilaporkan tahun 2015 lalu.

Lanjut Heribertus, peruntukan penyaluran dana KUBE  itu, sesuai aturan disalurkan untuk 20 kelompok dengan peraturan pemberdayaan sosial dan kemiskinan No 130/DYS-P.2/KPTS/03/2013 tentang pedoman pelaksanaan Kube diterima setiap kelompok KUBE, sebesar Rp 20 juta.

"Dari hasil penyidikan petugas yang didasari empat alat bukti yakni saksi, ahli, surat dan petunjuk, penetapan tersangka telah menemui unsur sesuai ketentuan berlaku. Barang bukti berupa uang sebesar Rp11 juta turut disita dari mantan Kabid Kesra Dinsosnaker itu," terangnya.

Selain itu juga, Kapolres kembali menyampaikan atas perbuatannya.

Chasil Pelawi, melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 UU RI No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi. Tersangka melanggar Pasal 2 dengan ancaman hukuman paling singkat selama 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara dan denda paling sikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Tersangka turut melanggar pasal 3 dengan ancaman paling singkat satu tahun dan paling lama 20 tahun penjara dan denda sebesar Rp50 juta dan paling banyak sebesar Rp1 miliar.

Penulis: hza. Editor: gun.