HETANEWS

Mantan Wakil Ketua DPRD Simalungun Minta Dibebaskan Pasca Dituntut 3,6 Tahun

Terdakwa saat mengikuti jalannya sidang di PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Mantan wakil ketua DPRD Simalungun, Ir Julius Silalahi (55), dalam nota pembelaannya (pledoi), minta dibebaskan, karena merasa tidak bersalah. Pledoi itu disampaikannya atas tuntutan 3,6 tahun dari jaksa, Augus Sinaga SH, disidang PN Simalungun, Kamis (11/7/2019).

Menurut jaksa penuntun umum, terdakwa Julius sudah terbukti melanggar pasal 372 KUH Pidana. Dengan jabatan yang ada padanya menerima sejumlah uang untuk menjadikan seseorang sebagai PNS.

Saksi korban, Jen Hariono Pasaribu, pada Sabtu, 27 September 2014, mendatangi terdakwa di rumahnya, di jalan Anggrek Huta IV, Nagori Pematang Simalungun. Karena mendengar jika terdakwa selaku anggota DPRD Simalungun bisa memasukkan PNS.

Lalu terdakwa mengatakan untuk S1, biayanya Rp.140 juta. Saksi korban bersedia memberikan uang tersebut, asalkan anaknya Elin Elfrida Ghibah Pasaribu bisa menjadi PNS seperti janji terdakwa.

Saksi korban pun menyuruh saksi Indra Kusuma untuk mentransfer uang ke rekening mandiri an Julius Silalahi sebanyak Rp.50 juta, pada Rabu, 1 Oktober 2014 dengan dua tahapan, Rp.25 juta pada hari yang sama. Lalu keesokan harinya, saksi korban menyuruh anaknya Elin Elfrida Pasaribu, mentransfer uang Rp.90 juta ke rekening terdakwa.

Jen Hariono pun memberitahukan kepada terdakwa jika uang sudah ditransfer ke rekeningnya. Tapi dua hari kemudian, korban membaca salah satu media cetak yang memberitakan terdakwa ditangkap polisi karena penipuan.

Hingga pada waktunya,  akhir Oktober anak saksi korban mengikuti ujian CPNS dan tidak lulus. Ketika korban menagih sejumlah uangnya, terdakwa hanya berjanji saja. Merasa ditipu, korban pun mengadu ke Polres Simalungun.

Persidangan dipimpin majelis hakim, Novarina Manurung SH, didampingi dua hakim anggota, Aries Ginting SH dan Hendrawan SH, menunda persidangan hingga Selasa untuk pembacaan putusan.

Penulis: ay. Editor: gun.