HETANEWS

Pengedar Sabu Divonis 6,6 Tahun, Pembelinya Dijadikan Pengguna

Terdakwa Arnold dan Fauzi. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - M Fauzi als Fauzi (44), warga jalan Medan Kelurahan Sinaksak, divonis 2,6 tahun dan Suarno als Arnold (53), warga Kelurahan Timbang Galung Siantar Barat, divonis 2 tahun penjara, dikurangi masa tahanan sementara.

Keduanya dinyatakan sebagai pengguna sabu, padahal jaksa menuntut keduanya, masing-selama 6 tahun. Karena saat ditangkap, keduanya tidak sedang menggunakan tapi saat membeli sabu dari Tazas.

Fauzi dan Arnold, ditangkap di rumah terdakwa Indra Tazas, di Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, pada Minggu, 16 September 2018. Dari kedua terdakwa, disita sabu dari rokok gudang garam seberat 0,18 gram.

Jaksa Dedi SH dan Barry SH mempersalahkan keduanya dengan pasal 112 (1) Jo pasal 132 UU RI NO 35/2009 tentang narkotika. Tapi hakim Novarina SH, Hendrawan SH dan Aries Ginting SH berpendapat lain, dan mempersalahkan kedua  terdakwa dengan pasal 127 (1) UU RI NO 35/2009 Jo pasal 55 (1)  ke-1 KUH Pidana di Pengadilan Negeri Simalungun, Kamis (11/7).

Terdakwa Indra Tazas dan Syafrizal (berdiri). (foto ay)

M.Fauzi merupakan residivis (sudah pernah dihukum ), sudah 2 kali dalam.kasus pembunuhan dan juga kasus penikaman.       

Sedangkan bandarnya  Indra Tazas (30), divonis 6,6 tahun dan  terdakwa Syafrizal Sinaga (23) warga yang sama yang turut membantu Tazas dalam peredaran narkotika divonis 5,6 tahun. Putusan itu lebih ringan 6 bulan dari tuntutan jaksa. Juga denda Rp.1 milyar subsider 3 bulan penjara.        

Dari Tazas, petugas menyita 11 paket sabu seberat 5,54 gram dan 3 butir pil ekstasi seberat 1,80 gram, dinyatakan untuk dimusnahkan.         

Tazas ditangkap karena pengakuan Boydora yang lebih dulu ditangkap petugas. Dalam pengakuannya Boydora yang dikenal sebagai bandar sabu menyimpan sabu nya kepada Tazas (gudang).

Penulis: ay. Editor: gun.