HETANEWS

Kepala Puskesmas di Tanjungbalai Marah karena Bawahannya Ikut Upacara HUT Bhayangkara ke 73

Ilustrasi Puskesmas. (Dok: bekasiurbancity)

Tanjungbalai, hetanews.com - Tindakan yang terkesan arogan dan tidak terpuji, diperlihatkan seorang Kepala Puskesmas (Kapus), di Kota Tanjungbalai.

Oknum Kapus ini memarahi bawahannya, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), ikut suaminya seorang Perwira Polisi yang bertugas di Mapolres Tanjungbalai untuk menghadiri upacara HUT Bhayangkara ke 73, di Mapolres setempat, pada Rabu (10/7/2019) pagi.

Padahal, istri Perwira Polisi tersebut sebelumnya telah melakukan absensensi finger print, pada pagi hari,  namun tidak bisa masuk kantor pada pagi itu, karena dirinya selaku istri  Perwira Polisi yang diwajibkan hadir dalam upacara tersebut.

Setelah selesai acara HUT Polri, istri Perwira polisi ini pun kembali ke tempat kerjanya (Puskesmas)  dengan dihantar  suaminya. Nah setelah sampai di Puskesmas tersebut, Kapus tersebut langsung memarahi istri Perwira Polisi itu, di hadapan ASN lainnya dan karena malu langsung menangis.

Istri Perwira Polisi, berinisial TN ini, tidak menyangka akan mendapatkan perlakukan seperti itu dari atasannya. 

Dirinya beralasan pergi meninggalkan kerja, bukan untuk main- main atau bersenang- senang dan foya- foya, melainkan menghadiri tugas negara yang diemban suaminya.

"Saya akan maklum, kalau atasannya tersebut memarahi istrinya, apabila  istrinya tidak masuk kantor, karena pergi ke pesta atau lainnya.  Ini kan menghadiri tugas Negara, “kesal Perwira ini saat ditanya responnya atas perlakukan yang diterima istrinya.

Perbuatan arogan Kapus ini, dapat merusak sinergitas antara Pemerintah Kota Tanjungbalai dan Polri yang selama ini terjalin dengan baik.

Kabar yang beredar, oknum Kapus ini berani melakukan hal tersebut karena mempunyai hubungan dekat dengan penguasa di Kota Kerang ini.

Menanggapi kejadian ini, M Syahrial selaku  Wali Kota Tanjungbalai saat dimintai tanggapannya melalui pesan WhatsApp hanya mengatakan "Terimakasih infonya bg", tanpa mengatakan akan mengambil tindakan dan lain sebagainya.

Sementara itu, Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai yang dimintai tanggapannya menyebutkan, "Terima kasih infonya,  mohon waktu dan akan saya cek dulu ya,"tulis AKBP Irfan Rifai dalam pesan WhatsApp-nya, Kamis (11/7/2019).

Perlakuan oknum Kapus ini, menunjukkan kurangnya sikap toleransi yang diterapkan Pemko Tanjungbalai balai kepada jajarannya.

Tanpa adanya sikap saling menghormati antara hak dan kewajiban, maka akan muncul berbagai macam gesekan - gesekan di dalam pekerjaan dan membuat suasana tidak nyaman, serta dengan sendirinya roda pemerintahan di suatu daerah itu akan lambat berkembangnya.

Penulis: ferry. Editor: gun.