HETANEWS

Ketika Emosi SBY Belum Stabil, Lihat Apa yang Ia Lakukan Saat Tahlilan 40 Hari Ani Yudhoyono

Jakarta, hetanews.com - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan hal yang tak biasa dalam acara doa bersama mengenang 40 hari wafatnya Ani Yudhoyono.

Dilansir dari Grid.id dalam artikel 'Emosi Belum Stabil, SBY Beri Sambutan Menggunakan Teks saat Tahlilan 40 Hari Ani Yudhoyono', digelar doa bersama mengenang 40 hari wafatnya Ani Yudhoyono di kediaman SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (10/7/2019) malam

Sebelum doa bersama dimulai, SBY menyampaikan sambutan kepada tamu yang hadir, saat itulah suami Ani Yudhoyono melakukan hal yang tak biasa

Biasanya SBY berpidato tanpa menggunakan teks untuk dibacanya. Namun berbeda pada saat ini, SBY mengaku teks tersebut digunakan untuk mempermudah ia berucap.

"Biasanya saya jarang menggunakan teks seperti ini. Dengan menggunakan teks, saya bisa menjaga emosi saya yang sekarang belum stabil. Izinkan saya membacakan teks ini," kata SBY.

Di samping itu, menurut edaran yang diterima Grid.ID (grup SURYA.co.id) dari panitia Panitia Penyelenggara 40 Hari Ibu Ani, keluarga hanya mengundang kerabat beserta tetangga.

Namun penyelenggara mengaku tak mampu membendung keinginan publik yang ingin datang untuk mendoakan mendiang Ani Yudhoyono.

"Pada dasarnya kami mengundang kerabat, para sahabat, dan tetangga-tetangga kami untuk acara keluarga ini,"

"Tapi tentunya tidak bisa menolak kehadiran siapa pun, apa pun latar belakangnya, untuk ikut mendoakan almarhumah Ibu Ani Yudhoyono," tulis edaran tersebut.

Menurut agenda yang disampaikan kepada awak media, doa bersama dimulai pukul 19.30 WIB. Sekitar pukul 19.10 WIB, tamu dipimpin untuk melakukan salat Isya berjamaah sebelum acara dimulai.

Menurut pantauan tim Grid.ID, ribuan publik sudah padati kediaman Susilo Bambang Yudhoyono setelah waktu Magrib.

Tak hanya di kediaman SBY, tahlilan 40 hari meninggalnya Ani Yudhoyono juga dilakukan Partai Demokrat Jawa Timur, Rabu (10/7/2019)

Berlangsung di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur, Surabaya, acara ini diisi dengan pembacaan Yasin, Tahlil, dan doa bersama.

Berlangsung sejak pukul 18.00, ratusan kader hingga pengurus baik di provinsi maupun kabupaten/kota hadir pada acara ini.

"Alhamdulillah, acara ini bisa diikuti oleh kader Partai Demokrat yang ada di provinsi maupun kader kabupaten/kota. Mulai dari Madura, Probolinggo, hingga Pacitan hadir," kata Sekretaris DPD Demokrat Jatim, Renville Antonio di sela acara tersebut.

Acara ini digelar atas inisiatif para kader di Jatim.

"Hari ini juga digelar doa dan Tahlil di Cikeas (kediaman Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Demokrat). Namun, kami meminta izin untuk fokus di Jatim dengan pengurus dan kader yang ingin berdoa bersama di sini," kata Renville.

Sejumlah Elit Demokrat hadir di acara ini. Selain Renville, ada Sri Subiati (Bendahara DPD Demokrat Jatim), Maskur (Wakil Ketua DPD Demokrat Jatim), Agus Dono (Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jatim), hingga Achmad Iskandar (Wakil Ketua DPRD Jatim dari Demokrat). Sementara itu, Ketua DPD Demokrat Jatim, Soekarwo (Pakde Karwo) hadir di Cikeas.

Renville menjelaskan, Ani Yudhoyono merupakan teladan banyak ibu di Indonesia, termasuk kader Demokrat.

Pernah berperan sebagai ibu negara, Ani tak lupa untuk menyelesaikan tugas sebagai istri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan juga ibu dari dua anak, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhi Baskoro Yudhoyono.

"Beliau sosok ibu yang luar biasa. Beliau selalu setia mendampingi suami dimanapun berada dan dalam keadaan apapun," kata Renville.

Bukan hanya itu, Ani Yudhoyono juga banyak memberikan ide pemikiran kepada SBY, terutama kala SBY masih menjabat sebagai Presiden RI keenam (2004-2009 dan 2009-2014) lalu.

"Bukan sekadar mendampingi, Ibu Ani juga memberikan kontribusi dengan ide dan pemikiran, utamanya untuk bangsa dan negara," kata Renville.

Renville yang juga Anggota DPRD Jatim dari Fraksi Partai Demokrat ini lantas mencontohkan beberapa di antaranya. Misalnya, Mobil Pintar dan Rumah Pintar yang diinisiasi dan dimotori untuk berdiri di seluruh Indonesia.

Tujuannya, anak-anak sekolah semakin banyak yang mendapat akses ke dunia pendidikan, senang membaca, sekaligus menambah khazanah pengetahuan. Rumah Pintar ini pun telah dibangun di pelosok tanah air.

Ada pula Gerakan Tanam dan Pelihara 10 juta Pohon di Indonesia. Gerakan ini mendapat apresiasi dari The United Nations Program (UNEP).

Atas jasanya, Ani Yudhoyono pun mendapatkan penghargaan Certificate of Global Leadhership. "Itu baru sebagian. Masih banyak lagi ide dan gagasan beliau yang akan selalu dikenang oleh masyarakat Indonesia," kata Renville.

Tak hanya oleh masyarakat umum, kader internal Demokrat pun begitu mengidolakan putri dari alm Letjend TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo ini.

Ani Yudhoyono dikenal dekat dengan para kader partai berlambang bintang mercy ini.

"Beliau juga sosok yang sangat perhatian kepada para kader Partai Demokrat. Ini berlaku untuk seluruh kader, siapa pun kadernya," kenang Renville. 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.