HETANEWS

Korupsi Pembangunan Pasar di Pulang Pisau Rp2,7 M, Polisi Tetapkan 5 Tersangka

Kapolres Pulang Pisau AKBP Siswo Yuwono didampingi Kajari Pulang Pisau Triono Rahyudi saat pemaparan kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Handep Hapakat, Kalteng, Rabu (11/7/2019). (foto/Ade Sata)

Kalimantan Tengah, hetanews.com - Polres Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Handep Hapakat di kabupaten itu. Dalam kasus ini, kerugian negara diperkirakan Rp2,7 miliar dari anggaran pembangunan Rp5 miliar.

Adapun kelima tersangka, yakni Fery Niagara (46), subkontrak yang mengikuti proses lelang pembangunan Pasar Handep Hapakat. Kemudian, Maulydia Aryas (24), Direktur Utama PT Talawang Nampara Perkasa.

Selanjutnya, Fitriadie (59), pejabat pembuat komitmen (PPTK), Fauzi Tambang (60), sebagai kuasa pengguna anggaran dan Yasmun (51), Komisaris Utama PT Talawang Nampara Perkasa.

Kapolres Pulang Pisau AKBP Siswo Yuwono menegaskan, dalam kasus ini kelima tersangka diduga menyalahgunakan anggaran pembangunan satu dari tiga blok pasar yang berlokasi di Kecamatan Kahayan Hilir. Pembangunan tersebut menggunakan anggaran Rp5 miliar dari APBD Tahun 2016 melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop UMKM).

“Sesuai hasil audit oleh ahli struktur dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, dari blok tiga ditemukan kerugian negara dalam pembangunan tersebut,” kata Siswo Yuwono, Rabu (10/7/2019).

Polisi telah menyita barang bukti berupa dokumen, uang tunai yang diduga hasil korupsi senilai Rp123 juta, laptop, serta sebuah mobil mewah yang diduga dibeli salah satu tersangka dengan menggunakan uang hasil korupsi.

Kapolres Pulang Pisau mengatakan, saat ini, berkas ketiga tersangka sudah dinyatakan lengkap atau P21 dan langsung dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri setempat bersama barang bukti, yakni Fery Niagara, Maulydia Aryas dan Fitriadie. Ketiganya langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Kabupaten Kapuas, Rabu (10/7/2019).

Sementara dua tersangka lain masih dalam proses penyidikan dan pelengkapan berkas perkara, yakni Fauzi Tambang dan Yasmun.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 18 Ayat (1) Huruf b UU Nomor 31/1999 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Kemudian, Perpres Nomor 54 Tahun 2010 sebagaimana diubah dengan Perpres Nomor 4 Tahun 2015.

sumber: inews.id

Editor: sella.